وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Dan milik Allah yang gaib di langit dan bumi, dan kepada-Nya dikembalikan segala urusan; maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang kalian kerjakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِwa-li-llaahi ghaybu s-samaawaati wa-l-ardhi wa-ilayhi yurja'u l-amru kulluhu fa-'budzu wa-tawakkal 'alayhidan milik Allah yang gaib di langit dan bumi, dan kepada-Nya dikembalikan segala urusan, maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya
- وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَwa-maa rabbuka bi-ghaafilin 'ammaa ta'maluunadan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang kalian kerjakan
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
- غَيْبُghaybuyang gaib
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- وَإِلَيْهِwa-ilayhidan kepada-Nya
- يُرْجَعُyurja'udikembalikan
- الْأَمْرُl-amruurusan
- كُلُّهُkulluhuseluruhnya
- فَاعْبُدْهُfa-'budzumaka mengabdilah kepada-Nya
- وَتَوَكَّلْwa-tawakkaldan bertawakallah
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- رَبُّكَrabbukaTuhanmu
- بِغَافِلٍbi-ghaafilinlengah
- عَمَّا'ammaadari apa yang
- تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
Inti bacaan
Penutup Surah Hud: kedaulatan menyeluruh atas yang gaib dan segala urusan menjadi dasar bagi penyembahan dan tawakal, kerangka besar yang menutup seluruh rangkaian kisah para nabi dengan prinsip yang menyatukan semuanya.
Penjelasan pilihan kata
'segala urusan' (al-amru kulluhu, akar Amr, makna generik 'perkara/urusan' di sini, bukan 'keputusan/azab' spesifik spt konteks lain).
Tafsiran
Ayat penutup Surah Hud ini merangkum seluruh pesan surah dalam tiga langkah: kepemilikan gaib (dasar kedaulatan), penyembahan+tawakal (respons yang tepat), dan pengawasan tanpa lengah (jaminan keadilan), sebuah kesimpulan yang mengikat kembali ke tema pembuka surah tentang wahyu yang terperinci dan Tuhan yang mengetahui segalanya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut yang gaib di langit dan bumi adalah milik-Nya. Bukan tak diketahui siapa pun. Yang tersembunyi dari manusia tetap punya pemilik.
- Sesudah keterangan itu, Dia memerintahkan menyembah dan bertawakal. Dua-duanya. Yang mengetahui yang gaib adalah juga yang layak disandari untuk yang belum terjadi.
- Penutup surah ini menyebut Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang kalian kerjakan. Bukan ancaman. Yang ditegaskan bahwa kerja siapa pun tidak lewat tanpa tercatat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, gh-y-b, s-m-w, a-r-d, r-j-', a-m-r, k-l-l, '-b-d, w-k-l, r-b-b, gh-f-l, '-m-l): wa lillaahi ghaybu s-samaawaati wal-ardi wa ilayhi yurja'u l-amru kulluh fa-'budhu wa tawakkal alayh. diterjemahkan 'milik Allah yang gaib; sembahlah & bertawakallah' (akar gh-y-b + akar r-j-' + akar '-b-d + akar w-k-l, penutup Hud: tauhid-pengetahuan(gaib)+tauhid-pengabdian+tawakal; 'sembahlah' selaras turunan 11:2/11:26). Selaras.