نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَٰذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ
Kami mengisahkan kepadamu kisah yang terbaik dengan mewahyukan Qur'an ini kepadamu; dan sesungguhnya engkau sebelumnya termasuk orang-orang yang lalai.
Terjemahan bertahap (23 jeda)
- نَحْنُnahnuKami
- نَقُصُّnaqushshumengisahkan
- عَلَيْكَ'alaykakepadamu
- أَحْسَنَahsanayang terbaik
- الْal-–
- قَصَصِqashashikisah
- بِbi-dengan
- مَاmaaapa yang
- أَوْحَيْنَاawhaynaaKami wahyukan
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- هَٰذَاhaadzaaini
- الْal-–
- قُرْآنَqur'aanaQur'an
- وَwa-dan
- إِنْinsesungguhnya
- كُنْتَkuntaengkau adalah
- مِنْmindari
- قَبْلِqablisebelum
- هِ-hi-nya
- لَla-benar-benar
- مِنَminatermasuk
- الْal-–
- غَافِلِينَghaafiliinaorang-orang yang lalai
Terjemahan per kata (16 kata)
- نَحْنُnahnukami
- نَقُصُّnaqushshuKami ceritakan
- عَلَيْكَ'alaykaatasmu
- أَحْسَنَahsanalebih baik
- الْقَصَصِal-qashashikisah
- بِمَاbi-maadengan
- أَوْحَيْنَاawhaynaaKami mewahyukan
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- هَٰذَاhaadzaaini
- الْقُرْآنَal-qur'aanaAl-Qur'an
- وَإِنْwa-indan sesungguhnya
- كُنْتَkuntaengkau adalah
- مِنْmindari
- قَبْلِهِqablihisebelumnya
- لَمِنَla-minasungguh termasuk
- الْغَافِلِينَal-ghaafiliinaorang-orang yang lalai
Inti bacaan
Kisah Yusuf diperkenalkan sebagai 'kisah yang terbaik', sebuah klaim tentang nilai naratif yang tinggi, mengundang perhatian penuh terhadap pelajaran yang akan disampaikan lewat kisah yang akan datang.
Penjelasan pilihan kata
Kata yang diterjemahkan 'lalai' (ghaafiliin) menandai ketidaktahuan karena tidak memperhatikan, bukan ketidaktahuan karena kurang kapasitas. Akar yang sama dipakai lagi beberapa ayat kemudian (12:13, 'sedang kalian lalai darinya'), sehingga diseragamkan ke terjemahan yang sama.
Tafsiran
Ayat ini menutup prolog surah dengan pengakuan bahwa penerima wahyu sendiri, sebelum menerimanya, termasuk yang lalai terhadap kisah ini, bukan pernyataan tentang ketidakmampuan memahami, melainkan tentang belum adanya perhatian ke sana. Wahyu mengubah itu, bukan dengan memberi kapasitas baru, melainkan dengan mengarahkan perhatian.
Renungan dan Hikmah
- Kata yang sama untuk 'lalai' di sini muncul lagi di 12:13, dari mulut Ya'qub yang mengkhawatirkan keselamatan Yusuf karena saudara-saudaranya bisa lalai darinya, dua penggunaan yang saling menggemakan tema: kelalaian sebagai kegagalan memperhatikan, bukan kekurangan pengetahuan atau kemampuan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-s-s, h-s-n, w-h-y, q-r-a, k-w-n, q-b-l, gh-f-l): naqussu ahsana l-qasas diterjemahkan 'mengisahkan kisah terbaik' (akar q-s-s); awhaynaa diterjemahkan 'mewahyukan' (akar w-h-y); ghaafiliin diterjemahkan 'yang tidak mengetahui (lalai)' (akar gh-f-l). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.