قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَىٰ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Ia berkata, "Wahai anakku, janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, karena nanti mereka membuat tipu daya terhadapmu; sesungguhnya setan bagi manusia adalah musuh yang nyata."
Terjemahan bertahap (18 jeda)
- قَالَqaalaia berkata
- يَاyaawahai
- بُنَيَّbunayyaanakku
- لَاlaajangan
- تَقْصُصْtaqshushengkau ceritakan
- رُؤْيَاكَru'yaakamimpimu
- عَلَىٰ'alaakepada
- إِخْوَتِكَikhwatikasaudara-saudaramu
- فَfa-karena nanti
- يَكِيدُواyakiiduumereka membuat tipu daya
- لَكَlakaterhadapmu
- كَيْدًاkaydansuatu tipu daya
- إِنَّinnasesungguhnya
- الشَّيْطَانَasy-syaythaanasetan
- لِli-bagi
- لْإِنْسَانِal-insaanimanusia
- عَدُوٌّ'aduwwunmusuh
- مُبِينٌmubiinunyang nyata
Terjemahan per kata (16 kata)
- قَالَqaalaberkata
- يَاyaawahai
- بُنَيَّbunayyaanakku
- لَاlaajanganlah
- تَقْصُصْtaqshushengkau ceritakan
- رُؤْيَاكَru'yaakamimpimu
- عَلَىٰ'alaaatas
- إِخْوَتِكَikhwatikasaudara-saudaramu
- فَيَكِيدُواfa-yakiiduumaka mereka membuat tipu daya
- لَكَlakaterhadapmu
- كَيْدًاkaydantipu daya
- إِنَّinnasesungguhnya
- الشَّيْطَانَsy-syaythaanasetan
- لِلْإِنْسَانِli-l-insaanibagi manusia
- عَدُوٌّ'aduwwunmusuh
- مُبِينٌmubiinunyang nyata
Inti bacaan
Kebijaksanaan praktis Ya'qub: menasihati putranya untuk tidak membagikan mimpi istimewanya kepada saudara-saudaranya, mengenali potensi kecemburuan yang bisa dipicu. Konkretnya: tidak semua informasi (terutama yang bisa memicu kecemburuan atau persaingan) perlu dibagikan kepada semua orang, bahkan kepada keluarga dekat sekalipun, kebijaksanaan memilih kepada siapa dan kapan berbagi sesuatu yang sensitif adalah keterampilan sosial penting yang dicontohkan di sini.
Penjelasan pilihan kata
Sapaan 'anakku' (bunayya) memakai bentuk kecil/sayang, menandai kasih yang lembut dalam nasihat yang serius ini. Kata 'tipu daya' (kayd) menandai rencana jahat yang terselubung, direncanakan diam-diam, bukan permusuhan terbuka.
Tafsiran
Ya'qub segera mengenali bahaya dalam mimpi yang baru diceritakan, bukan karena meragukan maknanya, melainkan karena memahami bagaimana kecemburuan bisa merespons kabar semacam itu. Peringatannya terbukti tepat: kata 'tipu daya' yang dia sebut di sini persis menjadi apa yang direncanakan saudara-saudara Yusuf pada ayat-ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Tidak semua hal yang istimewa tentang diri sendiri perlu dibagikan kepada semua orang, bahkan kepada keluarga dekat, kebijaksanaan memilih kepada siapa dan kapan berbagi sesuatu yang berpotensi memicu kecemburuan adalah bentuk kepedulian, bukan kerahasiaan yang tidak sehat.
- Kata 'tipu daya' yang diperingatkan Ya'qub di sini menjadi kata kunci yang berulang sepanjang surah, dipakai lagi untuk rencana saudara-saudara, muslihat istri al-Aziz, dan strategi Yusuf sendiri kelak; satu kata menandai bahwa kisah ini penuh lapisan rencana tersembunyi dari berbagai pihak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, b-n-y, q-s-s, r-a-y, a-kh-w, k-y-d, sh-t-n, a-n-s, '-d-w, b-y-n): taqsus diterjemahkan 'menceritakan' (akar q-s-s); ru'yaa diterjemahkan 'mimpi' (akar r-'-y); yakiiduu kaydan diterjemahkan 'membuat tipu daya' (akar k-y-d); aduww mubiin diterjemahkan 'musuh yang nyata'. Selaras.