إِذْ قَالُوا لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Ketika mereka berkata, "Sungguh, Yusuf dan saudaranya lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita, sedangkan kita adalah kelompok yang kuat. Sesungguhnya ayah kita benar-benar dalam kekeliruan yang nyata."

Terjemahan bertahap (19 jeda)

  1. إِذْidzketika
  2. قَالُواqaaluumereka berkata
  3. لَla-sungguh
  4. يُوسُفُYuusufuYusuf
  5. وَwa-dan
  6. أَخُوهُakhuuhusaudaranya
  7. أَحَبُّahabbulebih dicintai
  8. إِلَىٰilaaoleh
  9. أَبِينَاabiinaaayah kita
  10. مِنَّاminnaadaripada kita
  11. وَwa-sedangkan
  12. نَحْنُnahnukita
  13. عُصْبَةٌ'ushbatunkelompok yang kuat
  14. إِنَّinnasesungguhnya
  15. أَبَانَاabaanaaayah kita
  16. لَla-benar-benar
  17. فِيfiidalam
  18. ضَلَالٍdhalaalinkekeliruan
  19. مُبِينٍmubiininyang nyata

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. إِذْidzketika
  2. قَالُواqaaluumereka berkata
  3. لَيُوسُفُla-Yuusufubenar-benar Yusuf
  4. وَأَخُوهُwa-akhuuhudan saudaranya
  5. أَحَبُّahabbulebih dicintai
  6. إِلَىٰilaaoleh
  7. أَبِينَاabiinaabapak kami
  8. مِنَّاminnaadari kami
  9. وَنَحْنُwa-nahnudan kami
  10. عُصْبَةٌ'ushbatungolongan
  11. إِنَّinnasesungguhnya
  12. أَبَانَاabaanaaayah kami
  13. لَفِيla-fiibenar-benar dalam
  14. ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
  15. مُبِينٍmubiininyang nyata

Inti bacaan

Kecemburuan saudara-saudara Yusuf berakar pada logika keliru: 'kita adalah kumpulan (yang banyak)', seolah jumlah yang lebih banyak otomatis berarti lebih layak dicintai. Konkretnya: mengukur kelayakan menerima kasih sayang atau penghargaan berdasarkan perbandingan kuantitatif (jumlah, kontribusi yang dihitung-hitung) adalah logika yang keliru, kasih sayang dan penghargaan tidak bekerja seperti pembagian sumber daya yang bisa dihitung secara matematis sederhana.

Penjelasan pilihan kata

Kata 'saudaranya' (akhuuhu) di sini merujuk pada Benyamin tanpa penanda khusus dalam teks Arabnya sendiri. Kata yang diterjemahkan 'kelompok yang kuat' (usbah) menandai sekelompok orang yang bersekutu untuk saling membela, bukan sekadar jumlah yang banyak: kata yang sama muncul lagi di 12:14 dengan terjemahan yang sama, sehingga diseragamkan di sini.

Tafsiran

Kecemburuan saudara-saudara Yusuf dibangun atas logika yang keliru: mengklaim diri sebagai kelompok yang kuat, seolah jumlah dan solidaritas kelompok mereka otomatis lebih layak mendapat kasih sayang dibanding dua bersaudara. Tuduhan 'ayah kita dalam kekeliruan yang nyata' membalik posisi: bukan kecemburuan mereka yang dianggap salah, melainkan kasih sayang ayah mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Argumen saudara-saudara Yusuf mengandaikan bahwa kelayakan menerima kasih sayang bisa diukur secara kuantitatif, semakin banyak dan solid suatu kelompok, semakin besar klaimnya atas perhatian. Logika ini keliru sejak dasarnya: kasih sayang bukan sumber daya yang harus dibagi rata berdasarkan jumlah kepala.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).