إِذْ قَالُوا لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Ketika mereka berkata, "Sungguh, Yusuf dan saudaranya lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita, sedangkan kita adalah kelompok yang kuat. Sesungguhnya ayah kita benar-benar dalam kekeliruan yang nyata."
Terjemahan bertahap (19 jeda)
- إِذْidzketika
- قَالُواqaaluumereka berkata
- لَla-sungguh
- يُوسُفُYuusufuYusuf
- وَwa-dan
- أَخُوهُakhuuhusaudaranya
- أَحَبُّahabbulebih dicintai
- إِلَىٰilaaoleh
- أَبِينَاabiinaaayah kita
- مِنَّاminnaadaripada kita
- وَwa-sedangkan
- نَحْنُnahnukita
- عُصْبَةٌusbatunkelompok yang kuat
- إِنَّinnasesungguhnya
- أَبَانَاabaanaaayah kita
- لَla-benar-benar
- فِيfiidalam
- ضَلَالٍdalaalinkekeliruan
- مُبِينٍmubiininyang nyata
Catatan pilihan kata (ringkas)
Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji passthrough. Lih.. sebagian penerjemah: 'When they said: “Joseph and his brother are dearer to our father than are we, when we are a group; our father is in manifest error.' h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).
Aplikasi
Kecemburuan saudara-saudara Yusuf berakar pada logika keliru: 'kita adalah kumpulan (yang banyak)', seolah jumlah yang lebih banyak otomatis berarti lebih layak dicintai. Konkretnya: mengukur kelayakan menerima kasih sayang atau penghargaan berdasarkan perbandingan kuantitatif (jumlah, kontribusi yang dihitung-hitung) adalah logika yang keliru, kasih sayang dan penghargaan tidak bekerja seperti pembagian sumber daya yang bisa dihitung secara matematis sederhana.