وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

Perempuan yang dia tinggal di rumahnya menggodanya, dan menutup rapat pintu-pintu, dan berkata, “Marilah kepadaku.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah; sesungguhnya dia, tuanku, telah berbuat baik atas tempat tinggalku; sesungguhnya orang-orang zalim tidak beruntung.”

Terjemahan bertahap (33 jeda)

  1. وَwa-dan
  2. رَاوَدَتْraawadatmenggoda
  3. هُ-hu-nya
  4. الَّتِيallatiiyang
  5. هُوَhuwadia
  6. فِيfiidi
  7. بَيْتِbaytirumah
  8. هَا-haa-nya
  9. عَنْ'andari
  10. نَفْسِnafsidiri
  11. هِ-hi-nya
  12. وَwa-dan
  13. غَلَّقَتِghallaqatidia menutup rapat
  14. الْal-
  15. أَبْوَابَabwaabapintu-pintu
  16. وَwa-dan
  17. قَالَتْqaalatdia berkata
  18. هَيْتَhaytamarilah
  19. لَكَlakakepadamu
  20. قَالَqaaladia berkata
  21. مَعَاذَma'aadzaaku berlindung
  22. اللَّهِAllaahikepada Allah
  23. إِنَّinnasesungguhnya
  24. هُ-hudia
  25. رَبِّيrabbiituanku
  26. أَحْسَنَahsanatelah berbuat baik atas
  27. مَثْوَايَmatswaayatempat tinggalku
  28. إِنَّinnasesungguhnya
  29. هُ-hu
  30. لَاlaatidak
  31. يُفْلِحُyuflihuberuntung
  32. الal-
  33. ظَّالِمُونَzhaalimuunaorang-orang zalim

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. وَرَاوَدَتْهُwa-raawadathudan ia membujuknya
  2. الَّتِيllatiiyang
  3. هُوَhuwaia
  4. فِيfiidi
  5. بَيْتِهَاbaytihaarumahnya
  6. عَنْ'andari
  7. نَفْسِهِnafsihidirinya
  8. وَغَلَّقَتِwa-ghallaqatidan ia menutup rapat
  9. الْأَبْوَابَal-abwaabapintu-pintu
  10. وَقَالَتْwa-qaalatdan ia berkata
  11. هَيْتَhaytamarilah
  12. لَكَlakabagimu
  13. قَالَqaalaberkata
  14. مَعَاذَma'aadzaperlindungan
  15. اللَّهِllaahiAllah
  16. إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
  17. رَبِّيrabbiiTuhanku
  18. أَحْسَنَahsanalebih baik
  19. مَثْوَايَmatswaayatempat tinggalku
  20. إِنَّهُinnahusesungguhnya
  21. لَاlaatidak
  22. يُفْلِحُyuflihuberuntung
  23. الظَّالِمُونَzh-zhaalimuunaorang-orang zalim

Inti bacaan

Penolakan Yusuf terhadap godaan besar berlandaskan dua hal: loyalitas relasional ('dia tuanku, telah memperlakukanku dengan baik') dan prinsip moral yang lebih besar ('orang-orang zalim tidak beruntung'). Konkretnya: menahan diri dari godaan besar lebih kokoh saat dilandasi dua fondasi sekaligus, kesetiaan terhadap hubungan kepercayaan yang sudah dibangun dan prinsip moral yang lebih luas, mengandalkan hanya satu dari keduanya sering kurang cukup menghadapi tekanan yang sangat kuat.

Penjelasan pilihan kata

'Tuanku' (rabbii) di sini memakai kata yang sama dengan sapaan kepada Allah di ayat-ayat lain, tapi jelas dari konteks merujuk kepada tuan rumah tempat Yusuf tinggal, bukan Allah: bahasa Arab memakai kata yang sama untuk 'tuan/penguasa' baik manusia maupun Allah, dan konteks yang menentukan. 'Tempat tinggalku' (matswaaya) memakai kata yang sama dengan 'tempat tinggalnya' di 12:21, dipertahankan konsisten karena keduanya merujuk pada situasi yang sama: bagaimana Yusuf diperlakukan di rumah itu.

Tafsiran

Penolakan Yusuf berdiri di atas dua alasan berbeda, disebut berurutan: kesetiaan relasional ('tuanku telah berbuat baik atas tempat tinggalku', sebuah utang budi konkret kepada orang tertentu) dan prinsip moral umum ('orang-orang zalim tidak beruntung', sebuah hukum yang berlaku lepas dari relasi personal apa pun). Yusuf tidak menyandarkan penolakannya pada satu alasan saja.

Renungan dan Hikmah

  • Menahan diri dari godaan besar berpijak lebih kokoh ketika bersandar pada dua hal sekaligus, kesetiaan pada hubungan kepercayaan yang konkret dan sebuah prinsip moral yang berlaku umum, dibanding hanya bersandar pada salah satunya.
  • Kata 'menggoda' (raawada) yang muncul di sini akan berulang tiga kali lagi sepanjang rangkaian ini (12:26, 12:30, 12:32); dipertahankan sama persis di setiap kemunculan, termasuk saat perempuan itu sendiri mengakuinya secara terbuka di 12:32.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-w-d, b-y-t, n-f-s, gh-l-q, b-w-b, q-w-l, h-y-t, '-w-dz, a-l-h, r-b-b, h-s-n, ts-w-y, f-l-h, zh-l-m): raawadat diterjemahkan 'menggoda (membujuk)' (akar r-w-d); ghallaqat diterjemahkan 'menutup rapat' (akar gh-l-q); ma'aadha llaah diterjemahkan 'aku berlindung kepada Allah' (akar '-w-dz); rabbii diterjemahkan 'tuanku' (akar r-b-b, di sini rabb=majikan/tuan rumah); ahsana mathwaay diterjemahkan 'memperlakukanku dengan baik' (akar h-s-n + akar ts-w-y). gloss '(suamimu)' dibuang.