وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

Sungguh, perempuan itu berkehendak kepadanya, dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat dalil dari Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan darinya keburukan dan kekejian. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.

Terjemahan bertahap (29 jeda)
  1. وَwa-dan
  2. لَla-sungguh
  3. قَدْqadtelah
  4. هَمَّتْhammatdia berkehendak
  5. بِهِbihikepadanya
  6. وَwa-dan
  7. هَمَّhammadia berkehendak
  8. بِهَاbihaakepadanya
  9. لَوْلَاlawlaasekiranya tidak
  10. أَنْanbahwa
  11. رَأَىٰra'aadia melihat
  12. بُرْهَانَburhaanadalil
  13. رَبِّهِrabbihiTuhannya
  14. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  15. لِli-agar
  16. نَصْرِفَnasrifaKami memalingkan
  17. عَنْهُanhudarinya
  18. الْal-
  19. سُّوءَsuu'akeburukan
  20. وَwa-dan
  21. الْal-
  22. فَحْشَاءَfahshaa'akekejian
  23. إِنَّinnasesungguhnya
  24. هُ-hudia
  25. مِنْmintermasuk
  26. عِبَادِibaadihamba-hamba
  27. نَا-naaKami
  28. الْal-
  29. مُخْلَصِينَal-mukhlasiinayang terpilih
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar h-m-m, r-a-y, b-r-h-n, r-b-b, s-r-f, s-w-a, f-h-sh, '-b-d, kh-l-s): hammat/hamma diterjemahkan 'berkehendak (berhasrat)' (akar h-m-m); burhaana rabbih diterjemahkan 'burhan (bukti terang) Tuhannya', akar b-r-h-n (putaran BRHN; akar judul proyek haatuu burhaanakum, Yusuf melihat burhan Tuhannya); nasrifa diterjemahkan 'memalingkan' (akar s-r-f); mukhlasiin diterjemahkan 'yang terpilih (dimurnikan)' (akar kh-l-s). footnote-marker dibuang.

Aplikasi

Momen krusial: kejernihan pikiran ('burhan Tuhannya', bukti terang, istilah kunci yang sama dengan prinsip dasar 'haatuu burhaanakum' proyek ini) menjadi yang menyelamatkannya dari tergelincir dalam godaan luar biasa besar. Konkretnya: dalam momen tergoda oleh sesuatu yang sangat kuat, kejernihan berpikir dan mengingat kembali bukti/prinsip yang sudah diyakini (bukan sekadar mengandalkan kekuatan kemauan semata) adalah yang benar-benar menyelamatkan dari tergelincir, melatih diri mengingat kembali dasar keyakinan di momen-momen genting adalah pertahanan yang lebih kuat daripada sekadar niat baik.