يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا ۚ وَاسْتَغْفِرِي لِذَنْبِكِ ۖ إِنَّكِ كُنْتِ مِنَ الْخَاطِئِينَ
“Yusuf, lupakanlah ini. Mohonlah ampunan atas dosamu; sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang bersalah.”
Terjemahan bertahap (13 jeda)
- يُوسُفُYuusufuYusuf
- أَعْرِضْa'ridhlupakanlah
- عَنْ'andari
- هَٰذَاhaadzaaini
- وَwa-dan
- اسْتَغْفِرِيistaghfiriimohonlah ampunan
- لِذَنْبِli-dzanbiatas dosa
- كِ-ki-mu
- إِنَّinnasesungguhnya
- كِ-kiengkau
- كُنْتِkuntiadalah
- مِنَminatermasuk
- الْخَاطِئِينَal-khaathi'iinaorang-orang yang bersalah
Terjemahan per kata (10 kata)
- يُوسُفُYuusufuYusuf
- أَعْرِضْa'ridhberpalinglah
- عَنْ'andari
- هَٰذَاhaadzaaini
- وَاسْتَغْفِرِيwa-istaghfiriidan mohonlah ampun
- لِذَنْبِكِli-dzanbikiatas dosamu
- إِنَّكِinnakisesungguhnya engkau
- كُنْتِkuntiengkau adalah
- مِنَminadari
- الْخَاطِئِينَal-khaathi'iinaorang-orang yang bersalah
Inti bacaan
Respons bijaksana suami: alih-alih skandal publik atau hukuman keras, ia memilih penyelesaian yang tenang dan pribadi, 'lupakanlah ini. mohonlah ampunan', menangani situasi sensitif dengan diskresi, bukan eskalasi. Konkretnya: menangani situasi sensitif dan memalukan dengan diskresi dan penyelesaian pribadi (bukan mempermalukan pihak yang bersalah secara publik atau bereaksi berlebihan) sering menjadi respons yang lebih bijaksana, menjaga martabat semua pihak yang terlibat sambil tetap mengakui kesalahan yang terjadi.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menyampaikan dua perintah kepada dua orang berbeda dalam satu napas: 'lupakanlah ini' (a'rid) berbentuk kata kerja untuk laki-laki tunggal, ditujukan kepada Yusuf; 'mohonlah ampunan' (istaghfirii) berbentuk kata kerja untuk perempuan tunggal, ditujukan kepada istrinya. Bahasa Arab menandai pergantian lawan bicara ini lewat bentuk kata kerja itu sendiri: sebuah pembedaan yang tidak tertangkap dalam bahasa Indonesia, karena kata ganti 'engkau'/'-mu' di sini tidak membedakan jenis kelamin. Dosa dan permintaan ampun jelas ditujukan kepada istrinya, bukan Yusuf, meski struktur kalimat Indonesia tidak menandainya secara eksplisit.
Tafsiran
Respons suami ini luar biasa terkendali: tidak ada hukuman keras atau skandal yang diumumkan, hanya permintaan untuk melupakan kejadian ini dan sebuah desakan pribadi kepada istrinya untuk introspeksi. Ia memilih penyelesaian personal dan tertutup atas sebuah pelanggaran yang, jika diumumkan, bisa menghancurkan rumah tangganya dan kedudukan sosialnya.
Renungan dan Hikmah
- Perintah أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا terpakai dua kali, dan yang satunya 11:76 diucapkan malaikat kepada Ibrahim ketika ia membantah soal kaum Lut, di sana yang disuruh dilepaskan sebuah pembelaan, bukan sebuah aib. Kata أَعْرِضْ sendiri sebelas kali muncul dan hampir selalu tentang berpaling dari orang yang menolak. Di ayat ini yang disuruh berpaling justru pihak yang dirugikan, dan yang disuruh dilupakan perkara yang membenarkannya.
- Ucapan itu terbelah dua alamat dalam satu napas: Yusuf disuruh melupakan, istri itu disuruh memohon ampun dengan kata وَاسْتَغْفِرِي yang tak ada duanya. Dan sebutan yang dipakai untuknya, الْخَاطِئِينَ, juga sekali saja muncul; bentuknya jamak maskulin, bukan bentuk yang menunjuk dia seorang. Adapun apakah cara ini berhasil, ayat berikutnya menjawab sendiri: di 12:30 perempuan-perempuan kota sudah membicarakannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…wahai istriku, mohonlah ampunan atas dosamu karena sesun…”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'istaghfara' tanpa kata sandang al-. istaghfara diterjemahkan 'memohon ampun'.