يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا ۚ وَاسْتَغْفِرِي لِذَنْبِكِ ۖ إِنَّكِ كُنْتِ مِنَ الْخَاطِئِينَ

“Yusuf, lupakanlah ini. Mohonlah ampunan atas dosamu; sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang bersalah.”

Terjemahan bertahap (13 jeda)
  1. يُوسُفُYuusufuYusuf
  2. أَعْرِضْa'ridlupakanlah
  3. عَنْandari
  4. هَٰذَاhaadzaaini
  5. وَwa-dan
  6. اسْتَغْفِرِيistaghfiriimohonlah ampunan
  7. لِذَنْبِli-dzanbiatas dosa
  8. كِ-ki-mu
  9. إِنَّinnasesungguhnya
  10. كِ-kiengkau
  11. كُنْتِkuntiadalah
  12. مِنَminatermasuk
  13. الْخَاطِئِينَal-khaati'iinaorang-orang yang bersalah
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…wahai istriku,) mohonlah ampunan atas dosamu karena sesun…”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. sebagian penerjemah: '“Joseph: disregard thou this; and wife:1 ask thou forgiveness for thy transgression;2 thou art of the offenders.”3' Corpus ayat ini: «{sotagofiri, tanpa-al». istaghfara diterjemahkan 'memohon ampun'.

Aplikasi

Respons bijaksana suami: alih-alih skandal publik atau hukuman keras, ia memilih penyelesaian yang tenang dan pribadi, 'lupakanlah ini... mohonlah ampunan', menangani situasi sensitif dengan diskresi, bukan eskalasi. Konkretnya: menangani situasi sensitif dan memalukan dengan diskresi dan penyelesaian pribadi (bukan mempermalukan pihak yang bersalah secara publik atau bereaksi berlebihan) sering menjadi respons yang lebih bijaksana, menjaga martabat semua pihak yang terlibat sambil tetap mengakui kesalahan yang terjadi.