وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَنْ نَفْسِهِ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Perempuan-perempuan di kota itu berkata, “Istri al-Aziz menggoda pelayannya; cinta benar-benar telah menembus hatinya. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.”

Terjemahan bertahap (20 jeda)

  1. وَwa-dan
  2. قَالَqaalaberkata
  3. نِسْوَةٌniswatunperempuan-perempuan
  4. فِيfiidi
  5. الْمَدِينَةِal-madiinatikota
  6. امْرَأَتُimra'atuistri
  7. الْعَزِيزِal-'aziizial-Aziz
  8. تُرَاوِدُturaawidumenggoda
  9. فَتَاهَاfataahaapelayannya
  10. عَنْ'andari
  11. نَفْسِهِnafsihidirinya
  12. قَدْqadsungguh telah
  13. شَغَفَهَاsyaghafahaamenembus hatinya
  14. حُبًّاhubbandengan cinta
  15. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  16. لَla-benar-benar
  17. نَرَاهَاnaraahaamemandangnya
  18. فِيfiidalam
  19. ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
  20. مُبِينٍmubiininyang nyata

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. نِسْوَةٌniswatunperempuan-perempuan
  3. فِيfiidi
  4. الْمَدِينَةِal-madiinatikota
  5. امْرَأَتُimra'atuistri
  6. الْعَزِيزِal-'aziiziSang Digdaya
  7. تُرَاوِدُturaawidumembujuk
  8. فَتَاهَاfataahaapemudanya
  9. عَنْ'andari
  10. نَفْسِهِnafsihidirinya
  11. قَدْqadsungguh
  12. شَغَفَهَاsyaghafahaasangat mencintainya
  13. حُبًّاhubbancinta
  14. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  15. لَنَرَاهَاla-naraahaasungguh kami melihatnya
  16. فِيfiidalam
  17. ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
  18. مُبِينٍmubiininyang nyata

Inti bacaan

Gosip menyebar di kota tentang skandal ini, tekanan sosial dan penghakiman publik yang muncul dari luar, menambah lapisan konsekuensi sosial di atas peristiwa yang sudah rumit.

Penjelasan pilihan kata

'Menembus hatinya' (shaghafahaa) secara harfiah menggambarkan cinta yang menembus sampai ke selaput jantung: sebuah citra fisik yang kuat untuk cinta yang meresap sangat dalam, dipertahankan literal alih-alih diganti idiom lain seperti 'mabuk cinta' yang memakai citra berbeda (mabuk, bukan menembus). 'Al-Aziz' dipertahankan sebagai gelar/nama, bukan diterjemahkan: di dalam Al-Qur'an kata ini dipakai sebagai sebutan pembesar Mesir, mirip 'Firaun' atau gelar serupa, bukan sekadar kata sifat biasa di titik ini.

Tafsiran

Rencana suami untuk menyelesaikan masalah ini secara personal dan tertutup (12:29) gagal total di sini: kejadian itu sudah menyebar sebagai gosip di seluruh kota, lengkap dengan penghakiman moral dari orang-orang yang tidak terlibat langsung. Penyelesaian yang tenang di dalam rumah ternyata tidak bisa menahan kejadian ini tetap privat.

Renungan dan Hikmah

  • Betapa pun hati-hati sebuah masalah pribadi ditangani secara tertutup, ia tetap bisa bocor dan menjadi bahan penghakiman publik yang tidak diminta, sebuah keterbatasan nyata dari strategi penyelesaian personal yang dipilih di ayat sebelumnya, bukan kegagalan strategi itu sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain sudah 'al-Aziz', diseragamkan berdiakritik. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.