فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَأً وَآتَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ اخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنْ هَٰذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ

Maka ketika dia mendengar tentang muslihat mereka, dia mengirim utusan kepada mereka, dan menyediakan bagi mereka tempat bersandar, dan memberikan kepada setiap orang dari mereka sebuah pisau, dan berkata, “Keluarlah kepada mereka.” Maka ketika mereka melihatnya, mereka takjub kepadanya, dan melukai tangan mereka sendiri, dan berkata, “Mahasuci Allah, ini bukanlah manusia; ini tidak lain kecuali malaikat yang mulia.”

Terjemahan bertahap (40 jeda)

  1. فَfa-maka
  2. لَمَّاlammaaketika
  3. سَمِعَتْsami'atdia mendengar
  4. بِمَكْرِbi-makritentang muslihat
  5. هِنَّ-hinnamereka
  6. أَرْسَلَتْarsalatdia mengirim utusan
  7. إِلَيْهِنَّilayhinnakepada mereka
  8. وَwa-dan
  9. أَعْتَدَتْa'tadatdia menyediakan
  10. لَهُنَّlahunnabagi mereka
  11. مُتَّكَأًmuttaka'antempat bersandar
  12. وَwa-dan
  13. آتَتْaatatdia memberikan
  14. كُلَّkullasetiap
  15. وَاحِدَةٍwaahidatinsatu orang
  16. مِنْهُنَّminhunnadari mereka
  17. سِكِّينًاsikkiinanpisau
  18. وَwa-dan
  19. قَالَتِqaalatidia berkata
  20. اخْرُجْukhrujkeluarlah
  21. عَلَيْهِنَّ'alayhinnakepada mereka
  22. فَfa-maka
  23. لَمَّاlammaaketika
  24. رَأَيْنَهُra'aynahumereka melihatnya
  25. أَكْبَرْنَهُakbarnahumereka takjub kepadanya
  26. وَwa-dan
  27. قَطَّعْنَqaththa'namereka melukai
  28. أَيْدِيَهُنَّaydiyahunnatangan mereka
  29. وَwa-dan
  30. قُلْنَqulnamereka berkata
  31. حَاشَhaasyamahasuci
  32. لِلَّهِli-llaahiAllah
  33. مَاmaabukanlah
  34. هَٰذَاhaadzaaini
  35. بَشَرًاbasyaranmanusia
  36. إِنْintidak lain
  37. هَٰذَاhaadzaaini
  38. إِلَّاillaakecuali
  39. مَلَكٌmalakunmalaikat
  40. كَرِيمٌkariimunmulia

Terjemahan per kata (32 kata)

  1. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  2. سَمِعَتْsami'atmendengar
  3. بِمَكْرِهِنَّbi-makrihinnadengan tipu daya mereka
  4. أَرْسَلَتْarsalatmengirimkan
  5. إِلَيْهِنَّilayhinnakepada mereka
  6. وَأَعْتَدَتْwa-a'tadatdan ia menyediakan
  7. لَهُنَّlahunnabagi mereka
  8. مُتَّكَأًmuttaka'antempat bersandar
  9. وَآتَتْwa-aatatdan ia memberikan
  10. كُلَّkullasetiap
  11. وَاحِدَةٍwaahidatinsatu
  12. مِنْهُنَّminhunnadari mereka
  13. سِكِّينًاsikkiinanpisau
  14. وَقَالَتِwa-qaalatidan berkata
  15. اخْرُجْukhrujkeluarlah
  16. عَلَيْهِنَّ'alayhinnaatas mereka
  17. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  18. رَأَيْنَهُra'aynahumereka melihatnya
  19. أَكْبَرْنَهُakbarnahumereka mengagumi dia
  20. وَقَطَّعْنَwa-qaththa'nadan mereka melukai
  21. أَيْدِيَهُنَّaydiyahunnatangan mereka
  22. وَقُلْنَwa-qulnadan mereka berkata
  23. حَاشَhaasyaMahasempurna
  24. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  25. مَاmaatidaklah
  26. هَٰذَاhaadzaaini
  27. بَشَرًاbasyaranmanusia
  28. إِنْinjika
  29. هَٰذَاhaadzaaini
  30. إِلَّاillaakecuali
  31. مَلَكٌmalakunmalaikat
  32. كَرِيمٌkariimunyang mulia

Inti bacaan

Skenario dramatis: wanita-wanita yang menggosip begitu terpesona oleh ketampanan Yusuf hingga tanpa sadar melukai tangan mereka sendiri, ilustrasi vivid tentang bagaimana stimulus yang kuat bisa benar-benar mengganggu kesadaran dan penilaian dasar seseorang. Konkretnya: pengalaman ini menunjukkan bahwa daya tarik atau godaan yang sangat kuat memang bisa secara nyata mengganggu penilaian dan kesadaran dasar seseorang (bukan sekadar dilebih-lebihkan), memahami hal ini membantu bersikap lebih realistis (bukan sinis) terhadap kesulitan menahan godaan besar, sambil tetap tidak membenarkan tindakan yang salah setelahnya.

Penjelasan pilihan kata

'Muslihat' (makr) dipilih berbeda dari 'tipu daya' (kayd, dipakai di 12:5 dan 12:28) karena keduanya adalah kata Arab yang berbeda dengan nuansa berbeda pula: makr secara khusus mengandung unsur berpura-pura atau menyembunyikan maksud sesungguhnya di balik sikap yang tampak biasa saja, sementara kayd lebih umum berarti rencana yang dirancang untuk mencelakai. Perempuan-perempuan kota itu tidak merancang makar untuk mencelakai istri al-Aziz secara langsung: mereka bicara di belakangnya sambil tampak seperti obrolan biasa, dan itulah yang coba ditandai lewat pilihan kata yang berbeda ini. 'Takjub' (akbarnahu, dari akar yang sama dengan 'besar') menandai kekaguman yang begitu besar sampai mengejutkan kesadaran mereka sendiri, bukan sekadar kagum biasa.

Tafsiran

Ini adalah pembalasan yang cerdik: alih-alih membantah gosip itu dengan kata-kata, istri al-Aziz mengundang para penggosip itu sendiri untuk menyaksikan langsung apa yang membuatnya begitu terpikat, sebuah pembelaan diri lewat pembuktian, bukan penyangkalan. Momen mereka melukai tangan sendiri saat sibuk memotong makanan, tanpa sadar karena begitu terpukau, justru membalikkan keadaan: alih-alih mengutuknya, mereka sendiri mengalami versi kecil dari apa yang dialaminya, dan seketika memahami, bahkan membenarkan, apa yang tadinya mereka cela.

Renungan dan Hikmah

  • Ironi adegan ini sering terlewat: perempuan-perempuan yang tadinya menghakimi ternyata sama rentannya begitu berhadapan langsung dengan stimulus yang sama kuatnya, pengalaman yang menunjukkan bahwa daya tarik yang sangat kuat memang bisa mengganggu kesadaran dan penilaian siapa pun, bukan cuma orang yang sudah dianggap 'lemah' atau 'tergoda' sejak awal.
  • Kata 'mulia' (kariim) yang dipakai untuk menggambarkan Yusuf di sini satu akar dengan 'muliakanlah' (akrimii) yang diperintahkan pembelinya di 12:21, sebuah lingkaran yang menutup: perintah untuk memuliakannya oleh orang yang tak mengenalnya, dan pengakuan kemuliaannya oleh orang-orang yang baru pertama kali melihatnya, sama-sama muncul tanpa mengetahui siapa dia sebenarnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.