وَدَخَلَ مَعَهُ السِّجْنَ فَتَيَانِ ۖ قَالَ أَحَدُهُمَا إِنِّي أَرَانِي أَعْصِرُ خَمْرًا ۖ وَقَالَ الْآخَرُ إِنِّي أَرَانِي أَحْمِلُ فَوْقَ رَأْسِي خُبْزًا تَأْكُلُ الطَّيْرُ مِنْهُ ۖ نَبِّئْنَا بِتَأْوِيلِهِ ۖ إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Dan bersamanya masuk penjara dua pemuda. Salah satu dari keduanya berkata, “Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur.” Dan yang lain berkata, “Sesungguhnya aku bermimpi membawa roti di atas kepalaku, dimakan burung darinya. Beritakanlah kepada kami takwilnya; sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang-orang yang berbuat baik.”

Terjemahan bertahap (30 jeda)
  1. وَwa-dan
  2. دَخَلَdakhalamasuk
  3. مَعَهُma'ahubersamanya
  4. السِّجْنَas-sijnapenjara
  5. فَتَيَانِfatayaanidua pemuda
  6. قَالَqaalaberkata
  7. أَحَدُahadusalah satu
  8. هُمَا-humaadari keduanya
  9. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  10. أَرَانِيaraaniiaku bermimpi
  11. أَعْصِرُa'sirumemeras
  12. خَمْرًاkhamrananggur
  13. وَwa-dan
  14. قَالَqaalaberkata
  15. الْآخَرُal-aakharuyang lain
  16. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  17. أَرَانِيaraaniiaku bermimpi
  18. أَحْمِلُahmilumembawa
  19. فَوْقَfawqadi atas
  20. رَأْسِيra'siikepalaku
  21. خُبْزًاkhubzanroti
  22. تَأْكُلُta'kulumemakan
  23. الطَّيْرُat-tayruburung
  24. مِنْهُminhudarinya
  25. نَبِّئْنَاnabbi'naaberitakanlah kepada kami
  26. بِتَأْوِيلِهِbi-ta'wiilihitakwilnya
  27. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  28. نَرَاكَnaraakamemandangmu
  29. مِنَminatermasuk
  30. الْمُحْسِنِينَal-muhsiniinaorang-orang yang berbuat baik
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar d-kh-l, s-j-n, f-t-y, q-w-l, a-h-d, r-a-y, '-s-r, kh-m-r, a-kh-r, h-m-l, f-w-q, r-a-s, kh-b-z, a-k-l, t-y-r, n-b-a, a-w-l, h-s-n): fatayaan diterjemahkan 'dua pemuda' (akar f-t-y); a'siru khamran diterjemahkan 'memeras anggur' (akar '-s-r); ta'wiil diterjemahkan 'takwil (tafsir mimpi)' (akar '-w-l); muhsiniin diterjemahkan 'orang-orang yang berbuat baik' (akar h-s-n). gloss '(Keduanya berkata,)' + footnote dibuang.

Aplikasi

Reputasi karakter baik Yusuf mendahuluinya bahkan di penjara, kedua pemuda mempercayainya karena memandangnya 'termasuk orang-orang yang berbuat baik'. Konkretnya: reputasi karakter yang baik yang dibangun konsisten (bahkan dalam situasi paling sulit seperti dipenjara tanpa alasan yang adil) tetap menghasilkan kepercayaan orang lain, integritas karakter tidak hilang karena keadaan buruk yang menimpa, justru bisa menjadi sumber kepercayaan di tempat yang paling tidak terduga.