Ayat 12:37
قَالَ لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِ إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِ قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَكُمَا ۚ ذَٰلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِي رَبِّي ۚ إِنِّي تَرَكْتُ مِلَّةَ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ
Yusuf berkata, “Tidak ada makanan yang datang kepada kalian berdua, yang direzekikan kepada kalian, kecuali aku sudah beritakan kepada kalian berdua takwilnya sebelum makanan itu datang kepada kalian berdua. Itu sebagian dari apa yang diajarkan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan ajaran kaum yang tidak beriman kepada Allah, bahkan kepada akhirat pun mereka orang-orang yang kafir.
Terjemahan bertahap (27 jeda)
- قَالَqaaladia berkata
- لَاlaatidak
- يَأْتِيكُمَاya'tiikumaadatang kepada kalian berdua
- طَعَامٌta'aamunmakanan
- تُرْزَقَانِهِturzaqaanihiyang direzekikan kepada kalian
- إِلَّاillaakecuali
- نَبَّأْتُكُمَاnabba'tukumaaaku sudah beritakan kepada kalian berdua
- بِتَأْوِيلِهِbi-ta'wiilihitakwilnya
- قَبْلَqablasebelum
- أَنْanbahwa
- يَأْتِيَكُمَاya'tiyakumaadatang kepada kalian berdua
- ذَٰلِكُمَاdzaalikumaaitu
- مِمَّاmimmaasebagian dari apa yang
- عَلَّمَنِيallamaniidiajarkan kepadaku
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- تَرَكْتُtaraktuaku telah meninggalkan
- مِلَّةَmillataajaran
- قَوْمٍqawminkaum
- لَاlaatidak
- يُؤْمِنُونَyu'minuunamereka beriman
- بِاللَّهِbillaahikepada Allah
- وَwa-dan
- هُمhummereka
- بِالْآخِرَةِbil-aakhiratikepada akhirat
- هُمْhummereka
- كَافِرُونَkaafiruunaorang-orang yang kafir
Aplikasi
Yusuf memilih menyampaikan identitas dan nilai-nilainya terlebih dahulu ('aku telah meninggalkan millah kaum yang tidak beriman') sebelum memberikan jawaban praktis yang diminta, mendahulukan kejelasan nilai di atas sekadar memenuhi permintaan layanan. Konkretnya: saat diminta memberikan bantuan atau keahlian praktis, menyertakan kejelasan tentang nilai dan prinsip yang mendasari diri sendiri (bukan sekadar memberikan jasa secara netral tanpa konteks) membangun kepercayaan yang lebih mendalam, orang lain menghargai mengetahui dasar nilai di balik bantuan yang diberikan, bukan sekadar hasilnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain merender millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'; penyelarasan ulang kau/engkau/kalian menyusul (pass terpadu). Millah (akar m-l-h, akar m-l-l; lemma corpus 'mil~ap'). Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini: millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.
Ayat 12:38
وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ مَا كَانَ لَنَا أَنْ نُشْرِكَ بِاللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ
Aku mengikuti ajaran leluhurku, Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub. Tidak pantas bagi kami mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Itu dari karunia Allah atas kami dan atas manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
Terjemahan bertahap (31 jeda)
- وَwa-dan
- اتَّبَعْتُittaba'tuaku mengikuti
- مِلَّةَmillataajaran
- آبَائِيaabaa'iileluhurku
- إِبْرَاهِيمَIbraahiimaIbrahim
- وَwa-dan
- إِسْحَاقَIshaaqaIshaq
- وَwa-dan
- يَعْقُوبَYa'quubaYa'qub
- مَاmaatidak
- كَانَkaanaadalah
- لَنَاlanaabagi kami
- أَنْanbahwa
- نُشْرِكَnushrikakami mempersekutukan
- بِاللَّهِbillaahidengan Allah
- مِنْmindari
- شَيْءٍshay'insesuatu
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- مِنْmindari
- فَضْلِfadlikarunia
- اللَّهِAllaahiAllah
- عَلَيْنَاalaynaaatas kami
- وَwa-dan
- عَلَىalaaatas
- النَّاسِan-naasimanusia
- وَwa-dan
- لَٰكِنَّlaakinnatetapi
- أَكْثَرَaktsarakebanyakan
- النَّاسِan-naasimanusia
- لَاlaatidak
- يَشْكُرُونَyashkuruunamereka bersyukur
Aplikasi
Kelanjutan tradisi leluhur dibingkai sebagai 'karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya)', warisan nilai yang baik dipandang punya manfaat yang melampaui keluarga sendiri, meluas ke manusia secara umum. Konkretnya: nilai-nilai baik yang diwariskan dan dijaga dalam sebuah keluarga punya potensi manfaat yang melampaui keluarga itu sendiri, memandang warisan nilai baik sebagai sesuatu yang bisa dibagikan dan bermanfaat luas (bukan hanya milik eksklusif keluarga) memperluas makna menjaga tradisi yang baik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain merender millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'; penyelarasan ulang kau/engkau/kalian menyusul (pass terpadu). Millah (akar m-l-h, akar m-l-l; lemma corpus 'mil~ap'). Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini: millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.