وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ مَا كَانَ لَنَا أَنْ نُشْرِكَ بِاللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

Aku mengikuti ajaran leluhurku, Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub. Tidak pantas bagi kami mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Itu dari karunia Allah atas kami dan atas manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

Terjemahan bertahap (31 jeda)

  1. وَwa-dan
  2. اتَّبَعْتُittaba'tuaku mengikuti
  3. مِلَّةَmillataajaran
  4. آبَائِيaabaa'iileluhurku
  5. إِبْرَاهِيمَIbraahiimaIbrahim
  6. وَwa-dan
  7. إِسْحَاقَIshaaqaIshaq
  8. وَwa-dan
  9. يَعْقُوبَYa'quubaYa'qub
  10. مَاmaatidak
  11. كَانَkaanaadalah
  12. لَنَاlanaabagi kami
  13. أَنْanbahwa
  14. نُشْرِكَnusyrikakami mempersekutukan
  15. بِاللَّهِbi-llaahidengan Allah
  16. مِنْmindari
  17. شَيْءٍsyay'insesuatu
  18. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  19. مِنْmindari
  20. فَضْلِfadhlikarunia
  21. اللَّهِAllaahiAllah
  22. عَلَيْنَا'alaynaaatas kami
  23. وَwa-dan
  24. عَلَى'alaaatas
  25. النَّاسِan-naasimanusia
  26. وَwa-dan
  27. لَٰكِنَّlaakinnatetapi
  28. أَكْثَرَaktsarakebanyakan
  29. النَّاسِan-naasimanusia
  30. لَاlaatidak
  31. يَشْكُرُونَyasykuruunamereka bersyukur

Terjemahan per kata (26 kata)

  1. وَاتَّبَعْتُwa-ittaba'tudan aku mengikuti
  2. مِلَّةَmillataagama
  3. آبَائِيaabaa'iibapak-bapakku
  4. إِبْرَاهِيمَIbraahiimaIbrahim
  5. وَإِسْحَاقَwa-Ishaaqadan Ishaq
  6. وَيَعْقُوبَwa-Ya'quubadan Yaqub
  7. مَاmaatidaklah
  8. كَانَkaanaadalah
  9. لَنَاlanaabagi kami
  10. أَنْanuntuk
  11. نُشْرِكَnusyrikakami mempersekutukan
  12. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  13. مِنْmindari
  14. شَيْءٍsyay'insesuatu
  15. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  16. مِنْmindari
  17. فَضْلِfadhlikarunia
  18. اللَّهِAllaahiAllah
  19. عَلَيْنَا'alaynaakepada kami
  20. وَعَلَىwa-'alaadan atas
  21. النَّاسِan-naasimanusia
  22. وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
  23. أَكْثَرَaktsarakebanyakan
  24. النَّاسِan-naasimanusia
  25. لَاlaatidak
  26. يَشْكُرُونَyasykuruunamereka bersyukur

Inti bacaan

Kelanjutan tradisi leluhur dibingkai sebagai 'karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya)', warisan nilai yang baik dipandang punya manfaat yang melampaui keluarga sendiri, meluas ke manusia secara umum. Konkretnya: nilai-nilai baik yang diwariskan dan dijaga dalam sebuah keluarga punya potensi manfaat yang melampaui keluarga itu sendiri, memandang warisan nilai baik sebagai sesuatu yang bisa dibagikan dan bermanfaat luas (bukan hanya milik eksklusif keluarga) memperluas makna menjaga tradisi yang baik.

Penjelasan pilihan kata

'Mempersekutukan' (nushrika): akarnya berarti menjadikan sesuatu sekutu atau mitra dalam sesuatu yang seharusnya tunggal; dipakai di sini utk menolak menempatkan apa pun sejajar dengan Allah dalam hal yang menuntut ketaatan tunggal. Ini tema yang akan Yusuf uraikan lebih jauh dua ayat berikutnya, saat dia berbicara langsung kepada dua sesama napinya.

Tafsiran

Yusuf menempatkan dirinya dalam garis keturunan yang sama yang sudah disebut di 12:6 (Ibrahim, Ishaq, Ya'qub), kali ini bukan sebagai penerima karunia lintas-generasi, melainkan sebagai penerus sikap dan keyakinan yang sama. Penekanannya pada 'tidak mempersekutukan sesuatu apa pun' bukan pernyataan abstrak: ini pengantar langsung menuju pertanyaan retoris yang akan dia ajukan ke dua sesama napinya di ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Yusuf mengaitkan sikapnya dengan garis leluhur tertentu (Ibrahim, Ishaq, Ya'qub), tapi prinsip yang dia sampaikan; tidak mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah; dinyatakan sebagai karunia bagi 'manusia' secara umum, bukan cuma bagi keturunan leluhur itu. Sebuah pola dari yang khusus (satu silsilah) menuju yang universal (seluruh manusia).
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'. Millah (akar m-l-h, akar m-l-l; lemma corpus 'mil~ap'). Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini: millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.