وَقَالَ الَّذِي نَجَا مِنْهُمَا وَادَّكَرَ بَعْدَ أُمَّةٍ أَنَا أُنَبِّئُكُمْ بِتَأْوِيلِهِ فَأَرْسِلُونِ
Dan orang yang selamat di antara keduanya berkata, teringat setelah beberapa waktu, “Aku akan memberitakan kepada kalian takwilnya, maka utuslah aku.”
Terjemahan bertahap (13 jeda)
- وَwa-dan
- قَالَqaalaberkata
- الَّذِيalladziiorang yang
- نَجَاnajaaselamat
- مِنْهُمَاminhumaadari keduanya
- وَwa-dan
- ادَّكَرَiddakarateringat
- بَعْدَba'dasetelah
- أُمَّةٍummatinbeberapa waktu
- أَنَاanaaaku
- أُنَبِّئُكُمْunabbi'ukumakan memberitakan kepada kalian
- بِتَأْوِيلِهِbi-ta'wiilihitakwilnya
- فَأَرْسِلُونِfa-arsiluunimaka utuslah aku
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- الَّذِيalladziiyang
- نَجَاnajaaselamat
- مِنْهُمَاminhumaadari keduanya
- وَادَّكَرَwa-iddakaradan ia teringat
- بَعْدَba'dasesudah
- أُمَّةٍummatinumat
- أَنَاanaaaku
- أُنَبِّئُكُمْunabbi'ukumaku beritakan kepada kalian
- بِتَأْوِيلِهِbi-ta'wiilihidengan takwilnya
- فَأَرْسِلُونِfa-arsiluunimaka utuslah aku
Inti bacaan
Ingatan yang tertunda akhirnya muncul juga: 'teringat setelah beberapa waktu', janji yang sempat terlupakan pada akhirnya ditepati, meski setelah penundaan yang tidak seharusnya terjadi. Konkretnya: lebih baik terlambat menepati janji atau memperbaiki kelalaian daripada tidak sama sekali, kesediaan bertindak begitu teringat, meski sudah terlambat, tetap punya nilai dan membuka jalan pemulihan yang sebelumnya tertunda.
Penjelasan pilihan kata
'Teringat' (iddakara) satu akar dengan kata 'menyebutkan' (dzikr) yang muncul dua kali di 12:42: orang yang sama yang dulu 'dibuat lupa menyebutkan' oleh setan kini, setelah bertahun-tahun, akhirnya 'teringat'. Kata yang sama-akar menghubungkan kelupaan lama dengan ingatan yang akhirnya datang.
Tafsiran
Inilah pemuda yang sama dari 12:42: yang dulu diminta Yusuf untuk mengingatnya, lalu dibuat lupa oleh setan. Bertahun-tahun kemudian, di tengah krisis mimpi raja yang tak terjawab, ingatannya akhirnya kembali, bukan atas permintaan siapa pun, melainkan tergerak sendiri oleh kebutuhan mendesak yang baru muncul.
Renungan dan Hikmah
- Ingatan yang gagal bertahun-tahun lalu (12:42) akhirnya kembali bukan karena penyesalan atau niat baik yang disengaja, melainkan karena kebutuhan praktis yang mendesak, sebuah pengingat bahwa keadilan yang tertunda kadang datang bukan lewat perbaikan moral seseorang, melainkan lewat kebutuhan yang kebetulan bertemu waktu yang tepat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, n-j-w, dz-k-r, b-'-d, a-m-m, n-b-a, a-w-l, r-s-l): najaa diterjemahkan 'selamat' (akar n-j-w); iddakara diterjemahkan 'teringat' (akar dz-k-r); ta'wiil diterjemahkan 'takwil' (akar '-w-l); arsiluun diterjemahkan 'utuslah aku' (akar r-s-l). gloss '(perihal Yusuf)/(orang yang pandai)' dibuang.