قَالَ مَا خَطْبُكُنَّ إِذْ رَاوَدْتُنَّ يُوسُفَ عَنْ نَفْسِهِ ۚ قُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ مِنْ سُوءٍ ۚ قَالَتِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ الْآنَ حَصْحَصَ الْحَقُّ أَنَا رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ
Raja berkata, “Apa urusan kalian ketika kalian menggoda Yusuf?” Mereka berkata, “Mahasuci Allah, kami tidak mengetahui suatu keburukan pun padanya.” Istri al-Aziz berkata, “Sekarang jelaslah kebenaran itu. Akulah yang menggodanya, dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar.”
Terjemahan bertahap (25 jeda)
- قَالَqaalaraja berkata
- مَا خَطْبُكُنَّmaa khatbukunnaapa urusan kalian
- إِذْidzketika
- رَاوَدْتُنَّraawadtunnakalian menggoda
- يُوسُفَYuusufaYusuf
- عَنْandari
- نَفْسِهِnafsihidirinya
- قُلْنَqulnamereka berkata
- حَاشَ لِلَّهِhaasha lillaahMahasuci Allah
- مَا عَلِمْنَاmaa alimnaakami tidak mengetahui
- عَلَيْهِalayhipadanya
- مِنْ سُوءٍmin suu'insuatu keburukan
- قَالَتِqaalatiberkata
- امْرَأَتُimra'atuistri
- الْعَزِيزِal-aziizial-Aziz
- الْآنَal-aanasekarang
- حَصْحَصَhashasajelaslah
- الْحَقُّal-haqqukebenaran itu
- أَنَاanaaaku
- رَاوَدْتُهُraawadtuhuyang menggodanya
- عَنْandari
- نَفْسِهِnafsihidirinya
- وَإِنَّهُwa-innahudan sesungguhnya dia
- لَمِنَla-minatermasuk
- الصَّادِقِينَas-saadiqiinaorang-orang yang benar
Catatan pilihan kata (ringkas)
Gelar diterjemahkan 'al-'Aziiz';: khatbukunna/raawadtunna = 2FP diterjemahkan 'keadaan kalian… kalian menggoda'. Lem kaki 371 dibuang. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. sebagian penerjemah: 'Said he:1 “What was the case of you women2 when you sought to lure Joseph away from his soul?” They said: “God forbid! Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.
Aplikasi
Pengakuan sukarela dan penuh dari Zulaikha: 'Sekarang jelaslah kebenaran itu. Akulah yang menggodanya dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar', pengakuan jujur tanpa paksaan, mengoreksi kesalahan masa lalu secara terbuka. Konkretnya: mengakui kesalahan secara sukarela dan terbuka (bahkan setelah bertahun-tahun, tanpa dipaksa) adalah tindakan yang membutuhkan keberanian besar, kesediaan mengoreksi ketidakadilan masa lalu, meski terlambat, tetap bernilai dan layak dihargai sebagai bentuk integritas yang terlambat tapi tulus.