ذَٰلِكَ لِيَعْلَمَ أَنِّي لَمْ أَخُنْهُ بِالْغَيْبِ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ

“Itu agar dia mengetahui bahwa aku tidak mengkhianatinya di belakangnya, dan bahwa Allah tidak membimbing tipu daya orang-orang yang berkhianat.

Terjemahan bertahap (10 jeda)

  1. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  2. لِيَعْلَمَli-ya'lamaagar dia mengetahui
  3. أَنِّيanniibahwa aku
  4. لَمْ أَخُنْهُlam akhunhutidak mengkhianatinya
  5. بِالْغَيْبِbi-l-ghaybidi belakangnya
  6. وَأَنَّwa-annadan bahwa
  7. اللَّهَAllaahaAllah
  8. لَا يَهْدِيlaa yahdiitidak membimbing
  9. كَيْدَkaydatipu daya
  10. الْخَائِنِينَal-khaa'iniinaorang-orang yang berkhianat

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  2. لِيَعْلَمَli-ya'lamaagar Dia mengetahui
  3. أَنِّيanniibahwa aku
  4. لَمْlamtidak
  5. أَخُنْهُakhunhuaku mengkhianatinya
  6. بِالْغَيْبِbi-l-ghaybipada yang gaib
  7. وَأَنَّwa-annadan bahwa
  8. اللَّهَAllaahaAllah
  9. لَاlaatidak
  10. يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
  11. كَيْدَkaydatipu daya
  12. الْخَائِنِينَal-khaa'iniinapara pengkhianat

Inti bacaan

Motif Yusuf mengungkap kebenaran dijelaskan: menjaga reputasi kesetiaannya saat tidak diawasi, 'agar dia mengetahui bahwa aku benar-benar tidak mengkhianatinya ketika dia tidak ada'. Konkretnya: menjaga integritas terutama saat tidak ada yang mengawasi adalah nilai yang secara eksplisit dipentingkan Yusuf di sini, perilaku yang konsisten baik dalam pengawasan maupun tanpa pengawasan adalah ukuran karakter yang lebih jujur daripada perilaku yang hanya baik saat diperhatikan.

Penjelasan pilihan kata

'Di belakangnya' (bi-l-ghaybi, harfiah 'dalam keadaan tak terlihat/tak hadir') menandai kesetiaan yang teruji justru saat tidak diawasi: Yusuf menegaskan tuannya bisa mempercayainya bahkan tanpa pengawasan langsung. Siapa yang berbicara di dua ayat ini (12:52-53) adalah salah satu titik yang sejak lama diperdebatkan penafsir Al-Qur'an: sebagian membaca ini masih ucapan istri al-Aziz yang melanjutkan pengakuannya dari ayat sebelumnya, sebagian lain (dipakai di sini) membacanya sebagai ucapan Yusuf sendiri, menjelaskan alasannya meminta penyelidikan di 12:50, bahwa dia ingin tuannya tahu kesetiaannya teruji bahkan tanpa pengawasan, bukan sekadar terbebas dari tuduhan.

Tafsiran

Membaca ini sebagai ucapan Yusuf: dia menjelaskan motifnya meminta penyelidikan bukan sekadar untuk membersihkan nama; dia ingin tuannya yang lama tahu bahwa kesetiaannya nyata, teruji bahkan ketika tuannya tidak hadir untuk mengawasi. Pernyataan tentang Allah tidak membimbing tipu daya pengkhianat menutup argumen ini dengan prinsip yang lebih luas: kesetiaan sejati dan pengkhianatan pada akhirnya tidak bisa selamanya disamarkan.

Renungan dan Hikmah

  • Siapa persisnya yang berbicara di ayat ini, Yusuf atau istri al-Aziz, adalah pertanyaan yang teksnya sendiri tidak menjawab secara eksplisit; keduanya bisa dibaca secara gramatikal. Mengakui titik ambigu semacam ini secara jujur, alih-alih memaksakan satu pembacaan seolah-olah tidak ada perdebatan, adalah bagian penting dari membaca teks dengan cermat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).