وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي ۖ فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ

Raja berkata, “Bawalah dia kepadaku, aku akan memilihnya untuk diriku.” Maka ketika Yusuf berbicara kepadanya, raja berkata, “Sesungguhnya engkau hari ini di sisi kami berkedudukan lagi tepercaya.”

Terjemahan bertahap (15 jeda)

  1. وَwa-dan
  2. قَالَqaalaberkata
  3. الْمَلِكُal-malikuraja
  4. ائْتُونِيiituuniibawalah kepadaku
  5. بِهِbihidia
  6. أَسْتَخْلِصْهُastakhlishuaku akan memilihnya
  7. لِنَفْسِيli-nafsiiuntuk diriku
  8. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  9. كَلَّمَهُkallamahudia berbicara kepadanya
  10. قَالَqaalaraja berkata
  11. إِنَّكَinnakasesungguhnya engkau
  12. الْيَوْمَal-yawmahari ini
  13. لَدَيْنَاladaynaadi sisi kami
  14. مَكِينٌmakiinunberkedudukan
  15. أَمِينٌamiinuntepercaya

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. الْمَلِكُal-malikuSang Raja
  3. ائْتُونِيiituuniidatangkanlah kepadaku
  4. بِهِbihipadanya
  5. أَسْتَخْلِصْهُastakhlishuaku menjadikannya orang dekat
  6. لِنَفْسِيli-nafsiiuntuk diriku
  7. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  8. كَلَّمَهُkallamahuberbicara kepadanya
  9. قَالَqaalaberkata
  10. إِنَّكَinnakasesungguhnya engkau
  11. الْيَوْمَal-yawmahari ini
  12. لَدَيْنَاladaynaadi sisi kami
  13. مَكِينٌmakiinunyang berkedudukan
  14. أَمِينٌamiinunyang tepercaya

Inti bacaan

Kompetensi dan keandalan Yusuf dikonfirmasi lewat interaksi langsung: 'engkau hari ini di sisi kami berkedudukan lagi tepercaya', penilaian yang dibentuk dari pertemuan nyata, bukan sekadar laporan dari pihak ketiga.

Penjelasan pilihan kata

Kali ini raja tidak lagi mengutus perantara: dia sendiri yang ingin berbicara langsung dengan Yusuf, tanda peningkatan penghormatan dari permintaan sebelumnya (12:50) yang masih lewat utusan. Kata kerja 'berbicara' (kallama) di sini secara gramatikal bisa dibaca dua arah: raja berbicara kepada Yusuf, atau Yusuf berbicara kepada raja; dipilih arah kedua mengikuti alur cerita, karena perubahan sikap raja tampak muncul setelah percakapan itu, sejalan dengan kesan bahwa Yusuf-lah yang meyakinkan raja lewat caranya berbicara, bukan sebaliknya.

Tafsiran

Perubahan sikap raja terjadi langsung setelah percakapan tatap muka, bukan hanya karena tafsir mimpinya terbukti masuk akal, melainkan setelah mendengar dan menilai Yusuf secara langsung. Gelar 'berkedudukan lagi tepercaya' yang diberikannya menggabungkan dua hal sekaligus: posisi dan integritas, bukan cuma salah satunya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata 'tepercaya' (amiin) yang diberikan raja di sini menjadi dasar bagi permintaan Yusuf sendiri di ayat berikutnya untuk diberi tanggung jawab besar, pengakuan atas karakternya mendahului dan melandasi permintaan atas tanggung jawab konkret, bukan sebaliknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, m-l-k, a-t-y, kh-l-s, n-f-s, k-l-m, y-w-m, m-k-n, a-m-n): astakhlishu diterjemahkan 'memilihnya (untuk diri)' (akar kh-l-s); kallamahu diterjemahkan 'berbicara kepadanya' (akar k-l-m KLM); makiin diterjemahkan 'berkedudukan' (akar m-k-n); amiin diterjemahkan 'tepercaya' (akar '-m-n). gloss '(Yusuf)/(sebagai orang yang dekat)/(raja)/(mulai)' dibuang.