قَالَ هَلْ آمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَا أَمِنْتُكُمْ عَلَىٰ أَخِيهِ مِنْ قَبْلُ ۖ فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Ya'qub berkata, “Apakah aku akan mempercayakan kepada kalian atasnya, kecuali sebagaimana aku telah mempercayakan kepada kalian atas saudaranya sebelum ini? Maka Allah sebaik-baik penjaga, dan Dia paling pengasih di antara para pemberi rahmat.”

Terjemahan bertahap (14 jeda)
  1. قَالَqaalaYa'qub berkata
  2. هَلْ آمَنُكُمْhal aamanukumapakah aku akan mempercayakan kepada kalian
  3. عَلَيْهِalayhidia
  4. إِلَّاillaakecuali
  5. كَمَاkamaasebagaimana
  6. أَمِنْتُكُمْamintukumaku telah mempercayakan kepada kalian
  7. عَلَىٰ أَخِيهِalaa akhiihisaudaranya
  8. مِنْ قَبْلُmin qablusebelum ini
  9. فَاللَّهُfa-llaahumaka Allah
  10. خَيْرٌkhayrunsebaik-baik
  11. حَافِظًاhaafizhanpenjaga
  12. وَهُوَwa-huwadan Dia
  13. أَرْحَمُarhamupaling pengasih di antara
  14. الرَّاحِمِينَar-raahimiinapara pemberi rahmat
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang di antara para penyayang”. terjemahan ini:. lema *raahimiin* yang SAMA ia render di 23:109 & 23:118 (rumus *khayr ar-raahimiin* diterjemahkan “sebaik-baik pemberi rahmat”) tapi di 4 ayat rumus *arham*. Dan (*rahmah* = PEMBERIAN) & sejalan dengan verba *rahima* diterjemahkan “merahmati” (26/28 di DB). Di sini Arab punya elatif, superlatif diterjemahkan. Tapi terjemahan lain merender *khayr* (elatif) diterjemahkan (superlatif Indonesia) sementara *arham* (elatif) diterjemahkan (bukan superlatif, cuma penguat kabur). terjemahan lain sendiri membuktikan Indonesia punya alatnya. Idiom menuntut (“sebaik-baik”, “sepandai-pandai”), dan “rahmat” itu, jadi buntu. Dasarnya ditemukan di = “bersifat belas kasihan; bersifat penyayang”, contohnya bahkan., KBBI (n)=“kandungan” & (a)=“belas kasihan”,. Jangkar kerangka kita (*arhaam* = rahim = organ) ternyata, dan penuturnya memakainya tanpa sadar keduanya satu akar. diterjemahkan “serahim-rahim” bertabrakan dengan *arhaam* diterjemahkan “rahim” (kandungan); ia. Konteks memisahkan: 22:5 “dalam …” vs ayat ini “…”. ⚠ Ini membatalkan *rahiim* diterjemahkan “pengasih”: berdiri sendiri, “rahim” terbaca (itulah sebabnya “Sang Rahim” ditolak di basmalah,). Dalam bentuk, pembacaan kandungan, tak ada “sekandungan-kandungan”;. Rujukan:. sebagian penerjemah: 'He said: “Am I to trust him to you save as I trusted his brother to you before? And God is the best custodian, and He is the most merciful of those who show mercy.”' Corpus ayat ini: = LEM:>aroHam ROOT:rHm, pola, superlatif SUNGGUHAN secara tata bahasa; = LEM:r~a`Himiyn, jamak,. *Arham* muncul langsung diikuti *raahimiin* (7:151, 12:64, 12:92, 21:83), rumus baku.

Aplikasi

Ya'qub menolak percaya begitu saja berdasarkan riwayat masa lalu: 'Bagaimana aku akan memercayakannya... seperti halnya dahulu aku telah memercayakan saudaranya?', kepercayaan yang beralasan pada rekam jejak nyata, bukan kecurigaan tanpa dasar. Konkretnya: kewaspadaan terhadap seseorang yang sebelumnya terbukti tidak bisa dipercaya (bahkan jika mereka berjanji lagi) adalah kehati-hatian yang beralasan, bukan sikap tidak adil, mempertimbangkan rekam jejak nyata sebelum memberi kepercayaan ulang adalah kebijaksanaan, bukan dendam yang berkepanjangan.