فَلَمَّا جَهَّزَهُمْ بِجَهَازِهِمْ جَعَلَ السِّقَايَةَ فِي رَحْلِ أَخِيهِ ثُمَّ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ أَيَّتُهَا الْعِيرُ إِنَّكُمْ لَسَارِقُونَ
Maka ketika dia menyiapkan perbekalan mereka, dia memasukkan cawan ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seorang penyeru, “Wahai kafilah, sesungguhnya kalian benar-benar para pencuri.”
Terjemahan bertahap (12 jeda)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- جَهَّزَهُمْjahhazahumdia menyiapkan perbekalan mereka
- بِجَهَازِهِمْbi-jahaazihimdengan perbekalan mereka
- جَعَلَja'aladia memasukkan
- السِّقَايَةَas-siqaayatacawan
- فِي رَحْلِ أَخِيهِfii rahli akhiihike dalam karung saudaranya
- ثُمَّtsummakemudian
- أَذَّنَadzdzanaberteriak
- مُؤَذِّنٌmu'adzdzinunseorang penyeru
- أَيَّتُهَا الْعِيرُayyatuhaa l-'iiruwahai kafilah
- إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
- لَسَارِقُونَla-saariquunabenar-benar para pencuri
Terjemahan per kata (15 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- جَهَّزَهُمْjahhazahummenyiapkan bekal mereka
- بِجَهَازِهِمْbi-jahaazihimdengan bekal mereka
- جَعَلَja'alamenjadikan
- السِّقَايَةَas-siqaayatapiala
- فِيfiike dalam
- رَحْلِrahlikarung
- أَخِيهِakhiihisaudaranya
- ثُمَّtsummakemudian
- أَذَّنَadzdzanamenyerukan
- مُؤَذِّنٌmu'adzdzinunpenyeru
- أَيَّتُهَاayyatuhaawahai
- الْعِيرُl-'iirukafilah
- إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
- لَسَارِقُونَla-saariquunabenar-benar pencuri
Inti bacaan
Rencana rahasia Yusuf (menaruh cawan di karung Benyamin) menunjukkan strategi yang kompleks demi tujuan yang lebih besar (menahan saudaranya di dekatnya), cara yang tidak biasa namun dirancang matang.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini secara terbuka menyatakan bahwa Yusuf sendiri yang memasukkan cawan itu, bukan menyembunyikannya sebagai misteri yang harus ditebak pembaca; pembaca diberi informasi penuh sejak awal, berbeda dari saudara-saudara Yusuf yang sama sekali tidak tahu ini jebakan.
Tafsiran
Ini rencana yang sepenuhnya direkayasa Yusuf sendiri, dan teks tidak menyembunyikannya dari pembaca: kita tahu persis apa yang terjadi bahkan sebelum tuduhan diteriakkan. Ketegangan dramatik episode ini bukan soal 'siapa pelakunya', melainkan soal bagaimana Yusuf akan memanfaatkan situasi yang dia ciptakan sendiri untuk mencapai tujuannya: menahan Benyamin di sisinya.
Renungan dan Hikmah
- Teks secara terbuka mengungkap bahwa ini rencana Yusuf sendiri, tanpa penjelasan eksplisit tentang bagaimana ini secara moral dibenarkan, mengambil harta orang lain (cawan raja) tanpa sepengetahuan mereka dan menuduh mereka mencuri adalah tindakan yang, dilepaskan dari konteks naratifnya, sulit dibenarkan begitu saja. Teks tampaknya mempercayakan pembaca untuk menilai ini dalam kerangka keseluruhan rencana penyatuan keluarga, bukan sebagai contoh yang boleh dijadikan aturan umum tentang kejujuran.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-h-z, j-'-l, s-q-y, r-h-l, a-kh-w, a-dz-n, '-y-r, s-r-q): jahhazahum diterjemahkan 'menyiapkan perbekalan' (akar j-h-z); siqaayah diterjemahkan 'cawan (alat minum)' (akar s-q-y); adhdhana/mu'adhdhin diterjemahkan 'berteriak/penyeru' (akar '-dz-n); iir diterjemahkan 'kafilah'; saariquun diterjemahkan 'para pencuri' (akar s-r-q). gloss '(bahan makanan)/(Yusuf)/(Bunyamin)' + footnote dibuang.