قَالُوا يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ إِنَّ لَهُ أَبًا شَيْخًا كَبِيرًا فَخُذْ أَحَدَنَا مَكَانَهُ ۖ إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
Mereka berkata, “Wahai al-Aziz, sesungguhnya dia mempunyai ayah yang sudah lanjut usia. Maka ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya. Sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang-orang yang berbuat baik.”
Terjemahan bertahap (9 jeda)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُyaa ayyuhaa l-'aziizuwahai al-Aziz
- إِنَّ لَهُinna lahusesungguhnya dia mempunyai
- أَبًا شَيْخًا كَبِيرًاaban syaykhan kabiiranayah yang sudah lanjut usia
- فَخُذْfa-khudzmaka ambillah
- أَحَدَنَاahadanaasalah seorang di antara kami
- مَكَانَهُmakaanahusebagai gantinya
- إِنَّا نَرَاكَinnaa naraakasesungguhnya kami memandangmu
- مِنَ الْمُحْسِنِينَmina l-muhsiniinatermasuk orang-orang yang berbuat baik
Terjemahan per kata (16 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- إِنَّinnasesungguhnya
- لَهُlahubaginya
- أَبًاabanayah
- شَيْخًاsyaykhanorang tua
- كَبِيرًاkabiiranyang besar
- فَخُذْfa-khudzmaka ambillah
- أَحَدَنَاahadanaasalah seorang kami
- مَكَانَهُmakaanahutempatnya
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- نَرَاكَnaraakakami melihatmu
- مِنَminadari
- الْمُحْسِنِينَl-muhsiniinaorang-orang yang berbuat kebaikan
Inti bacaan
Permohonan yang mengandalkan karakter baik Yusuf yang sudah teramati: 'kami melihat engkau termasuk orang-orang yang selalu berbuat lebih baik', pendekatan yang mengakui dan menghargai kebaikan yang sudah ditunjukkan sebagai dasar permohonan belas kasihan.
Penjelasan pilihan kata
Saudara-saudara ini mengajukan permohonan yang sangat spesifik, bukan meminta pembebasan Benyamin sepenuhnya (yang tampak mustahil setelah bukti ditemukan), melainkan permohonan pertukaran: salah satu dari mereka menggantikannya sebagai tahanan. Ini permohonan yang realistis, mengakui posisi lemah mereka sambil tetap berusaha melindungi ayah mereka dari kehilangan lagi.
Tafsiran
Alasan yang mereka ajukan bukan tentang kepolosan Benyamin (yang menurut bukti yang mereka lihat sendiri tampak bersalah), melainkan tentang penderitaan ayah mereka jika kehilangan anak lagi: argumen berbasis kasih sayang kepada ayah, bukan pembelaan atas ketidakbersalahan. Ini menunjukkan perubahan nyata pada mereka: dulu mereka tidak peduli sedikit pun pada penderitaan ayah mereka saat menyingkirkan Yusuf, kini mereka justru berkorban demi mencegah penderitaan serupa terulang.
Renungan dan Hikmah
- Kepedulian mendalam terhadap kesedihan ayah mereka yang ditunjukkan di sini adalah pembalikan tajam dari sikap mereka bertahun-tahun lalu, ketika mereka sama sekali tidak mempertimbangkan penderitaan Ya'qub saat merencanakan penyingkiran Yusuf (12:9-10). Perubahan ini, meski tidak dijelaskan secara eksplisit oleh teks, menunjukkan pertumbuhan nyata dalam diri mereka selama bertahun-tahun yang berlalu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Gelar diterjemahkan 'al-'Aziiz' (vokatif; terjemahan lain sudah 'al-Aziz', diseragamkan berdiakritik). Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.