قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ أَنْ نَأْخُذَ إِلَّا مَنْ وَجَدْنَا مَتَاعَنَا عِنْدَهُ إِنَّا إِذًا لَظَالِمُونَ
Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari menahan kecuali orang yang kami temukan harta kami padanya. Sesungguhnya jika demikian, kami benar-benar orang-orang zalim.”
Terjemahan bertahap (9 jeda)
- قَالَqaalaYusuf berkata
- مَعَاذَ اللَّهِma'aadza llaahiaku berlindung kepada Allah
- أَنْ نَأْخُذَan na'khudzadari menahan
- إِلَّا مَنْillaa mankecuali orang yang
- وَجَدْنَاwajadnaakami temukan
- مَتَاعَنَاmataa'anaaharta kami
- عِنْدَهُ'indahupadanya
- إِنَّا إِذًاinnaa idzansesungguhnya jika demikian kami
- لَظَالِمُونَla-zhaalimuunabenar-benar orang-orang zalim
Terjemahan per kata (13 kata)
- قَالَqaalaberkata
- مَعَاذَma'aadzaperlindungan
- اللَّهِllaahiAllah
- أَنْanuntuk
- نَأْخُذَna'khudzakami mengambil
- إِلَّاillaakecuali
- مَنْmanorang yang
- وَجَدْنَاwajadnaakami mendapati
- مَتَاعَنَاmataa'anaabarang kami
- عِنْدَهُ'indahudi sisi-Nya
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- إِذًاidzanjika demikian
- لَظَالِمُونَla-zhaalimuunabenar-benar orang-orang zalim
Inti bacaan
Penolakan tegas Yusuf mengalihkan hukuman ke pihak yang tidak bersalah: 'kami berlindung kepada Allah dari menahan seseorang kecuali orang yang kami temukan harta kami padanya'. Konkretnya: menolak menghukum atau mengorbankan pihak yang tidak terlibat langsung demi kenyamanan atau tekanan sosial (meski ada permohonan yang tulus) adalah keadilan yang konsisten, keadilan yang genuine berarti konsekuensi diarahkan tepat pada yang bertanggung jawab, tidak bisa dipindahtangankan demi kenyamanan.
Penjelasan pilihan kata
'Aku berlindung kepada Allah' (ma'aadza llaah) kata yang sama persis dengan seruan Yusuf saat menolak godaan istri al-Aziz di 12:23: kali ini dipakai untuk menolak permohonan yang tampak berbudi (menerima pertukaran tahanan), bukan godaan yang jelas jahat. Kata seruan yang sama menandai keteguhan Yusuf menjaga prinsip keadilan, sama seperti dulu menjaga kesucian dirinya.
Tafsiran
Yusuf menolak permohonan yang sebenarnya tampak masuk akal dan berbudi (pertukaran tahanan demi ayah yang sudah tua) dengan alasan keadilan: hanya orang yang benar-benar 'ditemukan' bersalah yang pantas ditahan, bukan siapa pun yang menawarkan diri sebagai gantinya. Penolakan ini konsisten dengan aturan yang telah ditetapkan saudara-saudara sendiri di 12:75, sekaligus menutup babak ini dengan Benyamin tetap tertahan: persis seperti yang direncanakan Yusuf sejak awal.
Renungan dan Hikmah
- Seruan 'aku berlindung kepada Allah' yang sama, yang dulu menjaga Yusuf dari kejatuhan moral pribadi (12:23), di sini dipakai untuk menjaga prinsip keadilan formal; menolak solusi yang secara emosional menarik tapi melanggar aturan yang berlaku. Kata yang sama menandai dua bentuk keteguhan berbeda: menjaga diri sendiri, dan menjaga keadilan bagi orang lain.
- Babak ini ditutup dengan Benyamin tetap tertahan di Mesir, dan saudara-saudaranya harus kembali ke ayah mereka tanpa dia, situasi yang mengulang, dengan variasi, krisis kehilangan anak yang sama yang menimpa Ya'qub bertahun-tahun sebelumnya, membuka babak berikutnya di mana kesedihan Ya'qub akan kembali menjadi pusat perhatian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, '-w-dz, a-l-h, a-kh-dz, w-j-d, m-t-', '-n-d, zh-l-m): ma'aadha llaah diterjemahkan 'kami berlindung kepada Allah' (akar '-w-dz); na'khudha diterjemahkan 'mengambil (menahan)' (akar '-kh-dz); wajadnaa diterjemahkan 'kami temukan' (akar w-j-d). gloss '(seseorang)/(berbuat)' dibuang.