قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
Ya'qub berkata, “Sebenarnya diri kalian sendiri menghiasi suatu urusan bagi kalian; maka kesabaran yang baik. Semoga Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sesungguhnya Dialah Sang Berilmu, Sang Penuh Hikmah.”
Terjemahan bertahap (14 jeda)
- قَالَqaalaYa'qub berkata
- بَلْbalsebenarnya
- سَوَّلَتْsawwalatmenghiasi
- لَكُمْlakumbagi kalian
- أَنْفُسُكُمْanfusukumdiri kalian sendiri
- أَمْرًاamransuatu urusan
- فَصَبْرٌfa-shabrunmaka kesabaran
- جَمِيلٌjamiilunyang baik
- عَسَى اللَّهُ'asaa llaahusemoga Allah
- أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْan ya'tiyanii bihimmendatangkan mereka kepadaku
- جَمِيعًاjamii'ansemuanya
- إِنَّهُ هُوَinnahu huwasesungguhnya Dialah
- الْعَلِيمُal-'aliimuSang Berilmu
- الْحَكِيمُal-hakiimuSang Penuh Hikmah
Terjemahan per kata (18 kata)
- قَالَqaalaberkata
- بَلْbalbahkan
- سَوَّلَتْsawwalatmemperindah
- لَكُمْlakumbagi kalian
- أَنْفُسُكُمْanfusukumdiri kalian
- أَمْرًاamranurusan
- فَصَبْرٌfa-shabrunmaka kesabaran
- جَمِيلٌjamiilunyang baik
- عَسَى'asaaboleh jadi
- اللَّهُllaahuAllah
- أَنْanbahwa
- يَأْتِيَنِيya'tiyaniidatang kepadaku
- بِهِمْbihimpada mereka
- جَمِيعًاjamii'ansemuanya
- إِنَّهُinnahusesungguhnya
- هُوَhuwaDialah
- الْعَلِيمُal-'aliimuSang Berilmu
- الْحَكِيمُal-hakiimuSang Penuh Hikmah
Inti bacaan
Ya'qub segera mengenali pola yang sama seperti sebelumnya ('hanya diri kalian sendiri yang memandang baik urusan itu') dan memilih respons yang sama: kesabaran bermartabat disertai harapan berkelanjutan bahwa semua anaknya akan kembali kepadanya.
Penjelasan pilihan kata
'Kesabaran yang baik' (sabrun jamiil) di sini kata yang persis sama dengan yang diucapkan Ya'qub dulu, saat pertama kali kehilangan Yusuf (12:18): respons yang identik terhadap krisis kehilangan anak yang kedua kalinya, menandai ini bukan reaksi sesaat melainkan cara hidup yang konsisten dipegangnya. 'Diri kalian sendiri menghiasi' (sawwalat) memakai kata yang sama dengan 12:18, mengulang tuduhan bahwa merekalah (bukan peristiwa itu sendiri), yang membuat sesuatu tampak bisa diterima.
Tafsiran
Ya'qub merespons kabar kehilangan Benyamin dengan kata-kata yang persis sama seperti responsnya dulu terhadap kehilangan Yusuf: kecurigaan yang sama terhadap kisah anak-anaknya, dan tekad yang sama untuk bersabar tanpa menyerah pada keputusasaan. Kali ini permohonannya eksplisit mencakup 'mereka semuanya', bukan cuma Benyamin, melainkan juga Yusuf, menunjukkan bahwa harapannya terhadap Yusuf tidak pernah benar-benar padam meski bertahun-tahun berlalu.
Renungan dan Hikmah
- Frasa 'kesabaran yang baik' yang diucapkan Ya'qub di sini adalah pengulangan persis dari 12:18, persis seperti yang dijanjikan di ayat itu sendiri. Pengulangan kata demi kata ini bukan kebetulan gaya bahasa, melainkan penanda bahwa kesabaran Ya'qub bukan sekali pakai untuk satu krisis, melainkan sikap hidup yang dipegangnya konsisten menghadapi kehilangan berulang.
- Permohonan Ya'qub secara eksplisit mencakup 'mereka semuanya', bukan hanya anak yang baru hilang, melainkan juga anak yang hilang bertahun-tahun lalu. Harapan yang dipegang teguh tanpa batas waktu, bahkan setelah bertahun-tahun tanpa kabar, adalah bentuk kesabaran yang jauh lebih berat daripada harapan jangka pendek.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah' (takrif corpus); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).