وَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا أَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ
Dan dia berpaling dari mereka, dan berkata, “Alangkah sedihku atas Yusuf,” dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, maka dia menahan kepedihan.
Terjemahan bertahap (10 jeda)
- وَتَوَلَّىٰwa-tawallaadan dia berpaling
- عَنْهُمْanhumdari mereka
- وَقَالَwa-qaaladan dia berkata
- يَا أَسَفَىٰyaa asafaaalangkah sedihku
- عَلَىٰ يُوسُفَalaa Yuusufaatas Yusuf
- وَابْيَضَّتْwa-ibyaddatdan menjadi putih
- عَيْنَاهُaynaahukedua matanya
- مِنَ الْحُزْنِmina l-huznikarena kesedihan
- فَهُوَfa-huwamaka dia
- كَظِيمٌkazhiimunmenahan kepedihan
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar w-l-y, q-w-l, a-s-f, b-y-d, '-y-n, h-z-n, k-zh-m): tawallaa diterjemahkan 'berpaling' (akar w-l-y); asaf diterjemahkan 'kesedihan (duka)' (akar '-s-f); ibyaddat aynaahu diterjemahkan 'kedua matanya menjadi putih' (akar b-y-d + akar '-y-n); kazhiim diterjemahkan 'menahan (amarah/kepedihan)' (akar k-zh-m). gloss '(Ya'qub)/(anak-anaknya)/(amarah dan kepedihan)' dibuang.
Aplikasi
Gambaran kesedihan yang begitu mendalam hingga berdampak fisik (mata memutih karena menangis) namun tetap ditahan secara internal, kesedihan yang dirasakan penuh sekaligus dipikul dengan pengendalian diri, bukan ditekan sepenuhnya atau ditumpahkan tanpa kendali. Konkretnya: kesedihan mendalam yang dirasakan sepenuhnya (bukan ditekan atau disangkal) namun tetap dipikul dengan pengendalian diri (bukan meledak tak terkendali) adalah cara berduka yang sehat, mengakui kedalaman rasa sakit sambil tetap menjaga martabat dalam mengekspresikannya adalah keseimbangan yang sulit namun penting.