وَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا أَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ

Dan dia berpaling dari mereka, dan berkata, “Alangkah sedihku atas Yusuf,” dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, maka dia menahan kepedihan.

Terjemahan bertahap (10 jeda)

  1. وَتَوَلَّىٰwa-tawallaadan dia berpaling
  2. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  3. وَقَالَwa-qaaladan dia berkata
  4. يَا أَسَفَىٰyaa asafaaalangkah sedihku
  5. عَلَىٰ يُوسُفَ'alaa Yuusufaatas Yusuf
  6. وَابْيَضَّتْwa-ibyadhdhatdan menjadi putih
  7. عَيْنَاهُ'aynaahukedua matanya
  8. مِنَ الْحُزْنِmina l-huznikarena kesedihan
  9. فَهُوَfa-huwamaka dia
  10. كَظِيمٌkazhiimunmenahan kepedihan

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَتَوَلَّىٰwa-tawallaadan berpaling
  2. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  3. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  4. يَاyaawahai
  5. أَسَفَىٰasafaakesedihanku
  6. عَلَىٰ'alaaatas
  7. يُوسُفَYuusufaYusuf
  8. وَابْيَضَّتْwa-ibyadhdhatdan memutih
  9. عَيْنَاهُ'aynaahukedua matanya
  10. مِنَminadari
  11. الْحُزْنِl-huznikesedihan
  12. فَهُوَfa-huwamaka dia
  13. كَظِيمٌkazhiimunyang menahan kesedihan

Inti bacaan

Gambaran kesedihan yang begitu mendalam hingga berdampak fisik (mata memutih karena menangis) namun tetap ditahan secara internal, kesedihan yang dirasakan penuh sekaligus dipikul dengan pengendalian diri, bukan ditekan sepenuhnya atau ditumpahkan tanpa kendali. Konkretnya: kesedihan mendalam yang dirasakan sepenuhnya (bukan ditekan atau disangkal) namun tetap dipikul dengan pengendalian diri (bukan meledak tak terkendali) adalah cara berduka yang sehat, mengakui kedalaman rasa sakit sambil tetap menjaga martabat dalam mengekspresikannya adalah keseimbangan yang sulit namun penting.

Penjelasan pilihan kata

'Berpaling' (tawallaa) menandai Ya'qub sengaja menjauh dari anak-anaknya sebelum melepaskan kesedihannya: dia tidak ingin mereka menyaksikan kepedihannya secara langsung. 'Menahan kepedihan' (kazhiim) menggambarkan perasaan yang ditekan kuat-kuat di dalam, tidak dibiarkan meledak keluar, meski matanya sendiri menunjukkan tanda fisik kesedihan yang mendalam.

Tafsiran

Reaksi Ya'qub di sini luar biasa kuat secara fisik (kebutaan yang disebabkan tangisan berkepanjangan), namun tetap dikendalikan secara emosional, seperti yang segera ditegaskan kata 'kazhiim'. Kesedihannya bukan ledakan sesaat, melainkan penderitaan yang mendalam dan berkepanjangan yang secara sadar dia tahan agar tidak sepenuhnya meluap di hadapan orang lain, sebuah kesejajaran tema dengan cara Yusuf sendiri menahan kepedihannya di 12:77: kata Arab yang dipakai di kedua tempat berbeda, tapi pola menahan diri yang sama tampak pada keduanya.

Renungan dan Hikmah

  • Cara Ya'qub menahan kepedihannya di sini punya kesejajaran tema dengan cara Yusuf menahan kemarahannya di 12:77, meski kata Arab yang dipakai berbeda di kedua tempat (kazhiim di sini, akar yang berarti 'menyembunyikan' di sana), pola yang sama tampak: ayah dan anak, terpisah bertahun-tahun tanpa saling tahu keadaan masing-masing, ternyata menghadapi penderitaan mereka dengan cara yang serupa; menahan kuat-kuat di dalam, bukan melampiaskannya keluar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-l-y, q-w-l, a-s-f, b-y-d, '-y-n, h-z-n, k-zh-m): tawallaa diterjemahkan 'berpaling' (akar w-l-y); asaf diterjemahkan 'kesedihan (duka)' (akar '-s-f); ibyaddat aynaahu diterjemahkan 'kedua matanya menjadi putih' (akar b-y-d + akar '-y-n); kazhiim diterjemahkan 'menahan (amarah/kepedihan)' (akar k-zh-m). gloss '(Ya'qub)/(anak-anaknya)/(amarah dan kepedihan)' dibuang.