قَالُوا تَاللَّهِ تَفْتَأُ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ مِنَ الْهَالِكِينَ
Mereka berkata, “Demi Allah, engkau tidak henti-hentinya mengingat Yusuf, sehingga engkau menjadi sakit parah atau engkau termasuk orang-orang yang binasa.”
Terjemahan bertahap (9 jeda)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- تَاللَّهِta-llaahidemi Allah
- تَفْتَأُtafta-uengkau tidak henti
- تَذْكُرُtadzkurumengingat
- يُوسُفَYuusufaYusuf
- حَتَّىٰ تَكُونَhattaa takuunasehingga engkau menjadi
- حَرَضًاharadansakit parah
- أَوْ تَكُونَaw takuunaatau engkau menjadi
- مِنَ الْهَالِكِينَmina l-haalikiinatermasuk orang-orang yang binasa
Aplikasi
Kekhawatiran anak-anak terhadap kesehatan ayah mereka yang terus berduka, kepedulian genuine yang mungkin juga bercampur dengan ketidaknyamanan mereka sendiri menyaksikan pengingat berkelanjutan atas kesalahan masa lalu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-l-h, f-t-a, dz-k-r, k-w-n, h-r-d, h-l-k): tafta'u diterjemahkan 'tidak henti' (akar f-t-'); tadhkuru diterjemahkan 'mengingat' (akar dz-k-r); harad diterjemahkan 'penyakit berat (merana)'; haalikiin diterjemahkan 'yang binasa' (akar h-l-k). gloss '(mengidap)/(wafat)' dibuang.