قَالُوا أَإِنَّكَ لَأَنْتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا يُوسُفُ وَهَٰذَا أَخِي ۖ قَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا ۖ إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
Mereka berkata, “Apakah engkau benar-benar Yusuf?” Dia berkata, “Aku Yusuf, dan ini saudaraku. Sungguh Allah telah memberi karunia kepada kami. Sesungguhnya siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”
Terjemahan bertahap (14 jeda)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- أَإِنَّكَ لَأَنْتَa-innaka la-antaapakah engkau benar-benar
- يُوسُفُYuusufuYusuf
- قَالَqaaladia berkata
- أَنَا يُوسُفُanaa Yuusufuaku Yusuf
- وَهَٰذَا أَخِيwa-haadzaa akhiidan ini saudaraku
- قَدْ مَنَّ اللَّهُqad manna llaahusungguh Allah telah memberi karunia
- عَلَيْنَاalaynaakepada kami
- إِنَّهُinnahusesungguhnya
- مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْman yattaqi wa-yasbirsiapa yang bertakwa dan bersabar
- فَإِنَّ اللَّهَfa-inna llaahamaka sesungguhnya Allah
- لَا يُضِيعُlaa yudii'utidak menyia-nyiakan
- أَجْرَajrapahala
- الْمُحْسِنِينَal-muhsiniinaorang-orang yang berbuat baik
Aplikasi
Momen pengungkapan diri Yusuf yang dramatis justru dibingkai sebagai pelajaran universal, bukan kemenangan pribadi: 'siapa yang bertakwa dan bersabar, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik'. Konkretnya: bahkan di puncak vindikasi pribadi yang paling dramatis, mengarahkan momen itu menjadi pelajaran yang bermanfaat bagi orang lain (bukan sekadar kemenangan personal atas mereka yang pernah menyakiti) menunjukkan kematangan karakter yang luar biasa, kesempatan untuk 'menang' bisa diubah menjadi kesempatan mengajarkan sesuatu yang lebih besar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-kh-w, m-n-n, a-l-h, w-q-y, s-b-r, d-y-', a-j-r, h-s-n): manna diterjemahkan 'memberi karunia' (akar m-n-n); yattaqi/yasbir diterjemahkan 'bertakwa/bersabar' (akar w-q-y, akar s-b-r); laa yudii'u ajr diterjemahkan 'tidak menyia-nyiakan pahala' (akar d-y-' + akar '-j-r); muhsiniin diterjemahkan 'orang-orang yang berbuat baik' (akar h-s-n; DITERJEMAH, bukan transliterasi 'muhsin' spt terjemahan lain). Selaras.