وَلَمَّا فَصَلَتِ الْعِيرُ قَالَ أَبُوهُمْ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَ ۖ لَوْلَا أَنْ تُفَنِّدُونِ

Dan ketika kafilah itu berangkat, ayah mereka berkata, “Sesungguhnya aku benar-benar mencium bau Yusuf, sekiranya kalian tidak menuduhku lemah akal.”

Terjemahan bertahap (9 jeda)
  1. وَلَمَّاwa-lammaadan ketika
  2. فَصَلَتِfasalatiberangkat
  3. الْعِيرُal-iirukafilah itu
  4. قَالَqaalaberkata
  5. أَبُوهُمْabuuhumayah mereka
  6. إِنِّي لَأَجِدُinnii la-ajidusesungguhnya aku benar-benar mencium
  7. رِيحَriihabau
  8. يُوسُفَYuusufaYusuf
  9. لَوْلَا أَنْ تُفَنِّدُونِlawlaa an tufanniduunisekiranya kalian tidak menuduhku lemah akal
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar f-s-l, '-y-r, q-w-l, a-b-w, w-j-d, r-w-h, f-n-d): fasalat diterjemahkan 'keluar (berangkat)' (akar f-s-l); ajidu riiha diterjemahkan 'mencium bau' (akar w-j-d + akar r-w-h, riih=bau/aroma); tufanniduun diterjemahkan 'menuduh lemah akal' (akar f-n-d). gloss '(dari Mesir dan memasuki Palestina)' dibuang.

Aplikasi

Ya'qub mengantisipasi ketidakpercayaan bahkan sebelum mengungkapkan persepsinya: 'seandainya kalian tidak menuduhku lemah akal', kesadaran menyakitkan bahwa kesedihan berkepanjangan telah memengaruhi bagaimana orang lain memandang kredibilitasnya. Konkretnya: penderitaan berkepanjangan kadang membuat orang lain meragukan penilaian seseorang, bahkan saat penilaian itu genuinely benar, kesadaran akan dinamika ini (bagaimana kesedihan lama bisa mengikis kredibilitas di mata orang lain) membantu memahami mengapa seseorang yang berduka lama sering merasa perlu membela diri sebelum dituduh.