قَالُوا تَاللَّهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلَالِكَ الْقَدِيمِ

Mereka berkata, “Demi Allah, sesungguhnya engkau benar-benar dalam kekeliruanmu yang dahulu.”

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. تَاللَّهِta-llaahidemi Allah
  3. إِنَّكَinnakasesungguhnya engkau
  4. لَفِيla-fiibenar-benar dalam
  5. ضَلَالِكَdhalaalikakekeliruanmu
  6. الْقَدِيمِal-qadiimiyang dahulu

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. تَاللَّهِta-llaahidemi Allah
  3. إِنَّكَinnakasesungguhnya engkau
  4. لَفِيla-fiibenar-benar dalam
  5. ضَلَالِكَdhalaalikakekeliruanmu
  6. الْقَدِيمِal-qadiimiyang lama

Inti bacaan

Respons skeptis langsung muncul persis seperti yang diantisipasi, 'engkau benar-benar dalam kekeliruanmu yang dahulu', sebuah pengingat bahwa prasangka yang sudah terbentuk sering menolak informasi baru bahkan sebelum diverifikasi.

Penjelasan pilihan kata

'Kekeliruan' (dalaal) di sini dipakai dalam makna ringan: menyimpang dari pandangan yang lazim atau masuk akal, bukan makna berat 'sesat' dalam pengertian teologis yang sama akarnya bisa bermuatan di ayat-ayat lain. Yang dituduhkan di sini adalah harapan Ya'qub yang tak kunjung padam terhadap Yusuf, dianggap tidak realistis oleh orang-orang di sekitarnya yang hadir saat itu.

Tafsiran

Tuduhan ini datang dari orang-orang di sekitar Ya'qub yang mendengar klaimnya mencium bau Yusuf, bukan dari anak-anaknya sendiri, yang sedang dalam perjalanan pulang dan belum tiba. Ironi tragis di sini: tuduhan 'kekeliruan yang dahulu' justru diucapkan tepat pada saat harapan Ya'qub yang lama itu akan segera terbukti benar sepenuhnya.

Renungan dan Hikmah

  • Keyakinan yang dianggap tidak masuk akal oleh orang-orang di sekitar tidak selalu berarti keliru, di sini, tepat pada momen tuduhan 'kekeliruan yang dahulu' diucapkan, keyakinan itu justru akan segera terbukti sepenuhnya benar. Konsensus sosial tentang apa yang masuk akal tidak selalu sejalan dengan kebenaran yang sesungguhnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, a-l-h, d-l-l, q-d-m): dalaal diterjemahkan 'kekeliruan' (akar d-l-l putaran 78, di sini makna ringan 'keliru/menyimpang dari pandangan lazim'); qadiim diterjemahkan 'yang dahulu' (akar q-d-m). gloss '(keluarga Yusuf)' dibuang.