Ayat 12:99
فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَىٰ يُوسُفَ آوَىٰ إِلَيْهِ أَبَوَيْهِ وَقَالَ ادْخُلُوا مِصْرَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ
Maka ketika mereka masuk kepada Yusuf, Yusuf merangkul kedua orang tuanya mendekat, dan dia berkata, “Masuklah ke Mesir, insyaallah dalam keadaan aman.”
Terjemahan bertahap (8 jeda)
- فَلَمَّا دَخَلُواfa-lammaa dakhaluumaka ketika mereka masuk
- عَلَىٰ يُوسُفَ'alaa Yuusufakepada Yusuf
- آوَىٰ إِلَيْهِaawaa ilayhidia merangkul mendekat
- أَبَوَيْهِabawayhikedua orang tuanya
- وَقَالَwa-qaaladan dia berkata
- ادْخُلُوا مِصْرَidkhuluu Mishramasuklah ke Mesir
- إِنْ شَاءَ اللَّهُin syaa'a llaahuinsyaallah
- آمِنِينَaaminiinadalam keadaan aman
Terjemahan per kata (14 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- دَخَلُواdakhaluumereka masuk
- عَلَىٰ'alaaatas
- يُوسُفَYuusufaYusuf
- آوَىٰaawaamelindungi
- إِلَيْهِilayhikepadanya
- أَبَوَيْهِabawayhikedua orang tuanya
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- ادْخُلُواidkhuluumasuklah kalian
- مِصْرَMishraMesir
- إِنْinjika
- شَاءَsyaa'amenghendaki
- اللَّهُllaahuAllah
- آمِنِينَaaminiinadalam keadaan aman
Inti bacaan
Penyambutan penuh sukacita tetap disertai kerendahan hati: 'Masuklah ke Mesir, insya Allah dalam keadaan aman', bahkan di puncak kebahagiaan, ekspresi kepastian tetap dibingkai dengan kesadaran bahwa hasil akhir tetap di luar kendali penuh manusia.
Penjelasan pilihan kata
'Merangkul mendekat' (aawaa ilayhi) memakai akar yang sama dengan gestur Yusuf kepada Benyamin di 12:69: kata dan tindakan yang sama, kini diperluas kepada kedua orang tuanya. 'Kedua orang tuanya' (abawayhi) merujuk pada bentuk dual yang sama dengan 'kedua leluhurmu' (abawayka) di 12:6, tapi konteksnya berbeda: di sana merujuk pada Ibrahim dan Ishaq (leluhur jauh), di sini merujuk pada orang tua Yusuf sendiri secara langsung.
Tafsiran
Pertemuan kembali Yusuf dengan kedua orang tuanya digambarkan dengan gestur fisik yang sama seperti pertemuannya dengan Benyamin: sebuah pola konsisten yang menandai bagaimana Yusuf menyambut anggota keluarganya yang kembali. Undangannya untuk masuk ke Mesir 'dalam keadaan aman' menutup rangkaian panjang ketidakamanan yang telah menimpa keluarga ini sejak Yusuf pertama kali dilemparkan ke sumur.
Renungan dan Hikmah
- Gestur 'merangkul mendekat' yang sama yang dulu diberikan Yusuf kepada Benyamin secara rahasia di penjara Mesir (12:69) kini diberikan secara terbuka kepada kedua orang tuanya, pola penyambutan yang konsisten, kini dilakukan di depan seluruh keluarga tanpa perlu lagi disembunyikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar d-kh-l, a-w-y, a-b-w, q-w-l, m-s-r, sh-y-a, a-l-h, a-m-n): aawaa diterjemahkan 'merangkul (menempatkan)' (akar '-w-y); abawayhi diterjemahkan 'kedua orang tuanya'; aaminiin diterjemahkan 'aman' (akar '-m-n). Selaras.
Ayat 12:100
وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا ۖ وَقَالَ يَا أَبَتِ هَٰذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي ۚ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
Dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana, dan mereka tersungkur bersujud kepadanya. Dan dia berkata, “Wahai ayahku, inilah takwil penglihatanku yang dahulu. Sungguh Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Dan sungguh Dia telah berbuat baik kepadaku, ketika mengeluarkan aku dari penjara, dan membawa kalian dari dusun, setelah setan mengganggu antara aku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku halus terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Sang Berilmu, Sang Penuh Hikmah.
Terjemahan bertahap (29 jeda)
- وَرَفَعَwa-rafa'adan dia menaikkan
- أَبَوَيْهِabawayhikedua orang tuanya
- عَلَى الْعَرْشِ'alaa l-'arsyike atas singgasana
- وَخَرُّواwa-kharruudan mereka tersungkur
- لَهُlahukepadanya
- سُجَّدًاsujjadanbersujud
- وَقَالَwa-qaaladan dia berkata
- يَا أَبَتِyaa abatiwahai ayahku
- هَٰذَاhaadzaainilah
- تَأْوِيلُta'wiilutakwil
- رُؤْيَايَru'yaayapenglihatanku
- مِنْ قَبْلُmin qabluyang dahulu
- قَدْ جَعَلَهَاqad ja'alahaasungguh telah menjadikannya
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- حَقًّاhaqqankenyataan
- وَقَدْ أَحْسَنَ بِيwa-qad ahsana biidan sungguh telah berbuat baik kepadaku
- إِذْ أَخْرَجَنِيidz akhrajaniiketika mengeluarkan aku
- مِنَ السِّجْنِmina s-sijnidari penjara
- وَجَاءَ بِكُمْwa-jaa'a bikumdan membawa kalian
- مِنَ الْبَدْوِmina l-badwidari dusun
- مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَmin ba'di an nazaghasetelah mengganggu
- الشَّيْطَانُasy-syaythaanusetan
- بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِيbaynii wa-bayna ikhwatiiantara aku dan saudara-saudaraku
- إِنَّ رَبِّيinna rabbiisesungguhnya Tuhanku
- لَطِيفٌlathiifunhalus
- لِمَا يَشَاءُli-maa yasyaa'uterhadap apa yang Dia kehendaki
- إِنَّهُ هُوَinnahu huwasesungguhnya Dialah
- الْعَلِيمُal-'aliimuSang Berilmu
- الْحَكِيمُal-hakiimuSang Penuh Hikmah
Terjemahan per kata (47 kata)
- وَرَفَعَwa-rafa'adan Dia meninggikan
- أَبَوَيْهِabawayhikedua orang tuanya
- عَلَى'alaaatas
- الْعَرْشِl-'arsyiArasy
- وَخَرُّواwa-kharruudan mereka tersungkur
- لَهُlahubaginya
- سُجَّدًاsujjadansambil bersujud
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- يَاyaawahai
- أَبَتِabatiayahku
- هَٰذَاhaadzaaini
- تَأْوِيلُta'wiilutakwil
- رُؤْيَايَru'yaayamimpiku
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- قَدْqadsungguh
- جَعَلَهَاja'alahaamenjadikannya
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- حَقًّاhaqqansebagai kewajiban
- وَقَدْwa-qadpadahal sungguh
- أَحْسَنَahsanalebih baik
- بِيbiikepadaku
- إِذْidzketika
- أَخْرَجَنِيakhrajaniimengeluarkanku
- مِنَminadari
- السِّجْنِs-sijnipenjara
- وَجَاءَwa-jaa'adan datang
- بِكُمْbikumkepada kalian
- مِنَminadari
- الْبَدْوِl-badwidusun
- مِنْmindari
- بَعْدِba'disesudah
- أَنْanbahwa
- نَزَغَnazaghamembisikkan
- الشَّيْطَانُasy-syaythaanusetan
- بَيْنِيbayniiantaraku
- وَبَيْنَwa-baynadan antara
- إِخْوَتِيikhwatiisaudara-saudaraku
- إِنَّinnasesungguhnya
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- لَطِيفٌlathiifunMahalembut
- لِمَاli-maabagi apa yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- إِنَّهُinnahusesungguhnya
- هُوَhuwaDialah
- الْعَلِيمُal-'aliimuSang Berilmu
- الْحَكِيمُal-hakiimuSang Penuh Hikmah
Inti bacaan
Yusuf secara murah hati mengaitkan keretakan hubungan dengan saudaranya pada pengaruh setan ('setan merusak hubungan antara aku dengan saudara-saudaraku'), sebuah pembingkaian yang memungkinkan rekonsiliasi tanpa menghapus apa yang sebenarnya terjadi. Konkretnya: memaknai konflik masa lalu dengan cara yang memungkinkan rekonsiliasi (mengakui ada kekuatan/dorongan buruk yang merusak hubungan) tanpa menyangkal apa yang sebenarnya terjadi adalah cara yang bijak menyeimbangkan kejujuran dan kemurahan hati saat memulihkan hubungan yang rusak.
Penjelasan pilihan kata
'Bersujud' (sujjadan): akar yang sama persis dengan mimpi Yusuf sendiri di 12:4, saat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Konsisten dengan aturan yang berlaku sejak awal terjemahan ini: akar sjd selalu diterjemahkan 'sujud/bersujud', baik bermakna sujud fisik literal seperti di sini, maupun makna metaforis 'ketundukan pada otoritas' di ayat-ayat lain. Di sini maknanya literal: sebuah tindakan fisik tersungkur, menggenapi persis apa yang dilihat Yusuf dalam mimpinya bertahun-tahun lalu. 'Halus' (latiif): makna dasarnya kehalusan atau kelembutan yang teliti terhadap detail; dipakai untuk menggambarkan cara Allah bekerja lewat rangkaian peristiwa yang tampak kebetulan (perbudakan, penjara, mimpi raja) namun ternyata tersusun rapi menuju satu tujuan.
Tafsiran
Momen ini menggenapi persis mimpi yang dilihat Yusuf di 12:4: sebelas bintang, matahari, dan bulan yang bersujud kepadanya kini terwujud sebagai kedua orang tua dan saudara-saudaranya yang benar-benar tersungkur di hadapannya. Yusuf sendiri yang pertama kali menegaskan koneksi ini, secara eksplisit menyebut 'inilah takwil penglihatanku yang dahulu'. Yang penting diperhatikan: Yusuf sama sekali tidak menyebut peran saudara-saudaranya dalam mencelakainya sebagai kejahatan yang harus dibalas; dia menyebutnya sebagai 'setan mengganggu', sebuah pembingkaian yang meringankan tanggung jawab personal mereka tanpa menghapusnya sepenuhnya, sekaligus menempatkan seluruh rangkaian peristiwa dalam kerangka rencana Allah yang lebih besar.
Renungan dan Hikmah
- Ini adalah penggenapan langsung dan eksplisit dari mimpi pertama Yusuf di 12:4, jarak 96 ayat antara mimpi dan penggenapannya menandai betapa panjang perjalanan yang harus ditempuh sebelum sebuah penglihatan yang tampak fantastis di masa kanak-kanak benar-benar terwujud. Kata 'sujud' yang sama dipertahankan persis, tanpa diperhalus atau diganti, meski maknanya di sini adalah tindakan fisik yang bagi sebagian pembaca modern mungkin terasa mengejutkan.
- Yusuf membingkai ulang pengkhianatan saudara-saudaranya sebagai 'setan mengganggu antara aku dan saudara-saudaraku', bukan penghapusan tanggung jawab mereka (yang sudah mereka akui sendiri secara terbuka di 12:91 dan 12:97), melainkan cara memaknai ulang peristiwa itu dalam kerangka yang memungkinkan rekonsiliasi, bukan dendam berkepanjangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah' (takrif corpus); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).