رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Tuhanku, sungguh Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan, dan telah mengajarkan kepadaku sebagian dari takwil tuturan. Wahai Pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan berserah diri, dan gabungkanlah aku dengan orang-orang saleh.”
Terjemahan bertahap (15 jeda)
- رَبِّrabbiTuhanku
- قَدْ آتَيْتَنِيqad aataytaniisungguh Engkau telah menganugerahkan kepadaku
- مِنَ الْمُلْكِmina l-mulkisebagian kekuasaan
- وَعَلَّمْتَنِيwa-'allamtaniidan telah mengajarkan kepadaku
- مِنْ تَأْوِيلِmin ta'wiilisebagian dari takwil
- الْأَحَادِيثِal-ahaadiitsituturan
- فَاطِرَfaathirapencipta
- السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِas-samaawaati wa-l-ardhilangit dan bumi
- أَنْتَantaEngkaulah
- وَلِيِّيwaliyyiipelindungku
- فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِfii d-dunyaa wa-l-aakhiratidi dunia dan akhirat
- تَوَفَّنِيtawaffaniiwafatkanlah aku
- مُسْلِمًاmuslimandalam keadaan berserah diri
- وَأَلْحِقْنِيwa-alhiqniidan gabungkanlah aku
- بِالصَّالِحِينَbi-sh-shaalihiinadengan orang-orang saleh
Terjemahan per kata (21 kata)
- رَبِّrabbiTuhan
- قَدْqadsungguh
- آتَيْتَنِيaataytaniiEngkau berikan kepadaku
- مِنَminadari
- الْمُلْكِl-mulkikerajaan
- وَعَلَّمْتَنِيwa-'allamtaniidan Engkau mengajariku
- مِنْmindari
- تَأْوِيلِta'wiilitakwil
- الْأَحَادِيثِal-ahaadiitsicerita
- فَاطِرَfaathiraPencipta
- السَّمَاوَاتِas-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- أَنْتَantaEngkau
- وَلِيِّيwaliyyiipelindungku
- فِيfiidi
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- وَالْآخِرَةِwa-l-aakhiratidan akhirat
- تَوَفَّنِيtawaffaniiwafatkanlah aku
- مُسْلِمًاmuslimanorang yang berserah diri
- وَأَلْحِقْنِيwa-alhiqniidan gabungkanlah aku
- بِالصَّالِحِينَbi-sh-shaalihiinaorang-orang saleh
Inti bacaan
Doa penutup Yusuf mencakup rasa syukur atas anugerah nyata (kekuasaan, ilmu) sekaligus permohonan tujuan akhir yang lebih besar (kematian dalam keadaan baik, berkumpul dengan orang-orang saleh), bahkan di puncak kejayaan duniawi, orientasi tertinggi tetap terarah pada sesuatu yang melampaui pencapaian itu sendiri. Konkretnya: di puncak keberhasilan duniawi sekalipun, menjaga orientasi utama pada tujuan akhir yang lebih besar (bukan berhenti pada pencapaian material) adalah kebijaksanaan yang mencegah kesuksesan menjadi tujuan akhir yang menyesatkan.
Penjelasan pilihan kata
'Tuturan' (al-ahaadiits) di sini kata yang sama persis dengan 12:6 dan 12:21: lihat penjelasan lengkap di 12:6 tentang mengapa akar ini diterjemahkan 'tuturan', bukan 'mimpi', secara konsisten di seluruh kemunculannya. Doa Yusuf di sini adalah penutup dari seluruh karunia yang dijanjikan sejak 12:6: kekuasaan (terpenuhi di 12:56) dan takwil tuturan (terpenuhi berulang kali sejak 12:36), kini Yusuf menutup kisahnya bukan dengan merayakan pencapaian duniawi, melainkan dengan doa memohon husnul-khatimah (wafat dalam keadaan berserah).
Tafsiran
Di puncak kejayaannya (kekuasaan penuh, keluarga bersatu kembali, mimpi masa kecil tergenapi), Yusuf tidak berhenti pada rasa syukur atas pencapaian duniawi. Doanya melangkah lebih jauh, memohon agar akhir hidupnya kelak juga dalam keadaan berserah diri, disatukan dengan orang-orang saleh. Ini menutup kisahnya dengan pengingat bahwa segala pencapaian duniawi, sebesar apa pun, bukan tujuan akhir yang sesungguhnya.
Renungan dan Hikmah
- Dua karunia yang dijanjikan kepada Yusuf sejak 12:6, kedudukan dan takwil tuturan, di sini disebut kembali olehnya sendiri, kini sebagai sesuatu yang sudah terpenuhi sepenuhnya, bukan lagi janji. Yusuf menutup lingkaran ini dengan mengembalikan semuanya kepada Allah lewat doa, bukan mengklaimnya sebagai pencapaian pribadi semata.
- Di titik paling gemilang dalam hidupnya, Yusuf memilih berdoa memohon kematian yang baik dan berkumpul dengan orang-orang saleh, bukan memohon kejayaan yang berkelanjutan; sebuah pengingat bahwa puncak pencapaian duniawi bukan tujuan akhir yang dikejar, melainkan panggung sementara menuju sesuatu yang lebih permanen.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). ' akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.