ذَٰلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۖ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ أَجْمَعُوا أَمْرَهُمْ وَهُمْ يَمْكُرُونَ

Itu dari berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu. Dan engkau tidak berada di sisi mereka ketika mereka bersepakat atas urusan mereka, sedang mereka merancang muslihat.

Terjemahan bertahap (8 jeda)

  1. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  2. مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِmin anbaa'i l-ghaybidari berita gaib
  3. نُوحِيهِ إِلَيْكَnuuhiihi ilaykaKami wahyukan kepadamu
  4. وَمَا كُنْتَwa-maa kuntadan engkau tidak berada
  5. لَدَيْهِمْladayhimdi sisi mereka
  6. إِذْ أَجْمَعُواidz ajma'uuketika mereka bersepakat
  7. أَمْرَهُمْamrahumurusan mereka
  8. وَهُمْ يَمْكُرُونَwa-hum yamkuruunasedang mereka merancang muslihat

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  2. مِنْmindari
  3. أَنْبَاءِanbaa'iberita
  4. الْغَيْبِl-ghaybiyang gaib
  5. نُوحِيهِnuuhiihiKami wahyukan
  6. إِلَيْكَilaykakepadamu
  7. وَمَاwa-maadan tidaklah
  8. كُنْتَkuntaengkau adalah
  9. لَدَيْهِمْladayhimdi sisi mereka
  10. إِذْidzketika
  11. أَجْمَعُواajma'uumereka sepakat
  12. أَمْرَهُمْamrahumurusan mereka
  13. وَهُمْwa-humdan mereka
  14. يَمْكُرُونَyamkuruunamereka membuat tipu daya

Inti bacaan

Catatan bahwa Nabi Muhammad tidak hadir langsung menyaksikan peristiwa-peristiwa ini menjadi argumen tersendiri tentang keotentikan pengetahuan yang disampaikan, pengetahuan detail tentang kejadian yang benar-benar di luar akses langsung.

Penjelasan pilihan kata

'Muslihat' (yamkuruuna) di sini akar yang sama dengan 'muslihat' (makr) yang dipakai untuk gosip perempuan-perempuan kota di 12:31, bukan 'tipu daya' (kayd), akar yang berbeda yang dipakai untuk rencana saudara-saudara Yusuf mencelakainya (12:5) dan siasat Yusuf sendiri (12:76). Ayat ini secara eksplisit menegaskan bahwa kisah yang baru diceritakan adalah wahyu: informasi yang tidak mungkin diketahui Nabi Muhammad lewat pengamatan langsung, karena beliau tidak hadir saat peristiwa itu terjadi.

Tafsiran

Ayat ini adalah jeda reflektif pertama yang menyapa langsung penerima wahyu: menegaskan status kisah yang baru saja dituturkan sebagai pengetahuan yang berasal dari luar pengamatan manusia biasa, bukan cerita rakyat atau rekaan. Ini menandai pergeseran dari mode bercerita ke mode berargumen, mempersiapkan pembaca untuk rangkaian refleksi penutup surah.

Renungan dan Hikmah

  • Setelah 98 ayat narasi berkelanjutan tentang Yusuf, teks berhenti sejenak untuk menegaskan status epistemik dari apa yang baru saja disampaikan, sebuah pergeseran genre dari cerita ke klaim tentang sumber cerita itu sendiri, menandai bahwa kisah ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari argumen yang lebih besar tentang keaslian wahyu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-b-a, gh-y-b, w-h-y, k-w-n, j-m-', a-m-r, m-k-r): anbaa' al-ghayb diterjemahkan 'berita gaib'; nuuhiih diterjemahkan 'Kami wahyukan' (akar w-h-y); ajma'uu diterjemahkan 'bersepakat' (akar j-m-'); yamkuruun diterjemahkan 'merencanakan makar' (akar m-k-r putaran MKR, di sini makar manusia). gloss '(Nabi Muhammad)/(untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur)' dibuang.