وَمَا تَسْأَلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ

Dan engkau tidak meminta kepada mereka atasnya suatu imbalan. Ia tidak lain kecuali peringatan bagi seisi alam.

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. وَمَا تَسْأَلُهُمْwa-maa tas'aluhumdan engkau tidak meminta kepada mereka
  2. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  3. مِنْ أَجْرٍmin ajrinsuatu imbalan
  4. إِنْ هُوَ إِلَّاin huwa illaaia tidak lain kecuali
  5. ذِكْرٌdzikrunperingatan
  6. لِلْعَالَمِينَli-l-'aalamiinabagi seisi alam

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. تَسْأَلُهُمْtas'aluhumengkau meminta kepada mereka
  3. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  4. مِنْmindari
  5. أَجْرٍajrinupah
  6. إِنْinjika
  7. هُوَhuwaia
  8. إِلَّاillaakecuali
  9. ذِكْرٌdzikrunperingatan
  10. لِلْعَالَمِينَli-l-'aalamiinabagi seluruh alam

Inti bacaan

Prinsip tanpa-imbalan diulang lagi, motif murni dalam menyampaikan kebenaran, tanpa kepentingan finansial yang bisa mengaburkan ketulusan pesan.

Penjelasan pilihan kata

'Peringatan' (dzikr) di sini akar yang berarti mengingat/menyebut/memperingatkan: kata yang sama dengan 'menyebut' yang berulang di kisah Yusuf sendiri (12:42, 12:45). Al-Qur'an menyebut dirinya sendiri sebagai dzikr: sesuatu yang mengingatkan, bukan sekadar informasi netral.

Tafsiran

Ketiadaan motif imbalan material yang disebut di sini berfungsi sebagai argumen tentang ketulusan penyampaian wahyu: sesuatu yang disampaikan tanpa mengharap keuntungan duniawi lebih layak dipercaya sebagai murni peringatan, bukan agenda tersembunyi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut engkau tidak meminta imbalan atasnya. Penyangkalan itu ditegaskan. Yang tak dibayar siapa pun tidak bisa dituduh menjual apa pun.
  • Ia disebut peringatan bagi seisi alam. Bukan untuk satu kaum. Yang tak dimiliki siapa pun memang terbuka bagi semua.
  • Allah menaruh ayat ini sesudah kisah Yusuf selesai. Sebagai penutup. Kisah sepanjang satu surah ditutup dengan menyebut bahwa penyampainya tak mengambil apa pun darinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.