قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah, “Inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah dengan pandangan yang jelas, aku dan orang yang mengikutiku. Dan mahasuci Allah, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan.”

Terjemahan bertahap (8 jeda)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. هَٰذِهِ سَبِيلِيhaadzihi sabiiliiinilah jalanku
  3. أَدْعُو إِلَى اللَّهِad'uu ilaa llaahiaku mengajak kepada Allah
  4. عَلَىٰ بَصِيرَةٍ'alaa bashiiratindengan pandangan yang jelas
  5. أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِيanaa wa-mani ittaba'aniiaku dan orang yang mengikutiku
  6. وَسُبْحَانَ اللَّهِwa-subhaana llaahidan mahasuci Allah
  7. وَمَا أَنَاwa-maa anaadan aku bukanlah
  8. مِنَ الْمُشْرِكِينَmina l-musyrikiinatermasuk orang-orang yang mempersekutukan

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. هَٰذِهِhaadzihiini
  3. سَبِيلِيsabiiliijalanku
  4. أَدْعُوad'uuaku menyeru
  5. إِلَىilaakepada
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. عَلَىٰ'alaaatas
  8. بَصِيرَةٍbashiiratinpengetahuan
  9. أَنَاanaaaku
  10. وَمَنِwa-manidan siapa
  11. اتَّبَعَنِيittaba'aniimengikutiku
  12. وَسُبْحَانَwa-subhaanadan Mahasuci
  13. اللَّهِllaahiAllah
  14. وَمَاwa-maadan tidaklah
  15. أَنَاanaaaku
  16. مِنَminadari
  17. الْمُشْرِكِينَl-musyrikiinaorang-orang musyrik

Inti bacaan

Deklarasi metode yang jelas: 'mengajak kepada Allah dengan bukti yang nyata (basiirah)', kejelasan metode (berbasis bukti, bukan klaim membuta) dinyatakan sebagai ciri khas jalan yang diikuti bersama para pengikutnya. Konkretnya: mendefinisikan metode yang dipakai dalam mengajak orang lain menuju kebenaran secara eksplisit (berbasis bukti dan kejelasan, bukan tekanan atau klaim tanpa dasar) memberi kerangka yang jelas untuk dipegang konsisten, kejelasan metode ini juga menjadi standar untuk mengevaluasi diri sendiri, apakah benar-benar konsisten dengan prinsip yang diklaim.

Penjelasan pilihan kata

'Pandangan yang jelas' (basiirah): akar yang sama dengan 'melihat' (basar) yang konsisten dipakai di seluruh terjemahan ini, tapi bentuk kata benda khusus ini menunjuk pada wawasan batin yang jernih, bukan penglihatan mata secara harfiah, sebuah lema yang berbeda dari 'melihat' fisik, meski berakar sama.

Tafsiran

Ayat ini menempatkan penerima wahyu dalam posisi kontras langsung dengan orang-orang yang baru saja digambarkan mempersekutukan Allah sambil mengaku beriman: jalannya jelas dan tidak tercampur, didasarkan pada wawasan yang jernih, bukan keimanan yang bercampur syirik.

Renungan dan Hikmah

  • Penolakan tegas 'aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan' di sini berdiri kontras langsung dengan gambaran 'kebanyakan mereka' yang baru saja disebut di 12:106, sebuah garis pemisah yang jelas antara jalan yang diserukan dan kondisi kebanyakan orang yang baru dikritik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

alaa BASIiRATIN, 'dengan bukti yang nyata' (terjemahan lain): cabang basiirah = mata-hati/hujjah; pemakaian diteruskan + catatan (bukan belahan: lema beda dari basiir). Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.