حَتَّىٰ إِذَا اسْتَيْأَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَنْ نَشَاءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ

Hingga apabila para rasul telah berputus asa, dan mereka mengira bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka pertolongan Kami, lalu diselamatkanlah siapa yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari kaum yang berbuat dosa.

Terjemahan bertahap (10 jeda)

  1. حَتَّىٰ إِذَاhattaa idzaahingga apabila
  2. اسْتَيْأَسَ الرُّسُلُistay'asa r-rusulupara rasul telah berputus asa
  3. وَظَنُّواwa-zhannuudan mereka mengira
  4. أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُواannahum qad kudzibuubahwa mereka telah didustakan
  5. جَاءَهُمْ نَصْرُنَاjaa'ahum nashrunaadatanglah kepada mereka pertolongan Kami
  6. فَنُجِّيَfa-nujjiyalalu diselamatkanlah
  7. مَنْ نَشَاءُman nasyaa'usiapa yang Kami kehendaki
  8. وَلَا يُرَدُّwa-laa yuraddudan tidak dapat ditolak
  9. بَأْسُنَاba'sunaasiksa Kami
  10. عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ'ani l-qawmi l-mujrimiinadari kaum yang berbuat dosa

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. حَتَّىٰhattaasampai
  2. إِذَاidzaaapabila
  3. اسْتَيْأَسَistay'asaberputus asa
  4. الرُّسُلُr-rusulupara rasul
  5. وَظَنُّواwa-zhannuudan mereka mengira
  6. أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
  7. قَدْqadsungguh
  8. كُذِبُواkudzibuumereka didustakan
  9. جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
  10. نَصْرُنَاnashrunaapertolongan Kami
  11. فَنُجِّيَfa-nujjiyamaka diselamatkan
  12. مَنْmanorang yang
  13. نَشَاءُnasyaa'uKami kehendaki
  14. وَلَاwa-laadan tidak pula
  15. يُرَدُّyuraddudikembalikan
  16. بَأْسُنَاba'sunaaazab Kami
  17. عَنِ'anidari
  18. الْقَوْمِl-qawmikaum
  19. الْمُجْرِمِينَl-mujrimiinapara pendosa

Inti bacaan

Pengakuan luar biasa jujur: bahkan para rasul sendiri 'telah berputus asa dan mengira bahwa mereka telah didustakan' sebelum pertolongan akhirnya datang, kejujuran tentang keputusasaan genuine yang bisa dialami bahkan oleh figur paling teguh sekalipun. Konkretnya: mengalami keputusasaan mendalam sebelum titik balik datang bukan tanda kegagalan iman atau karakter, bahkan figur paling teguh sekalipun mengalami momen ini; kejujuran tentang pengalaman keputusasaan yang genuine (bukan berpura-pura selalu yakin) adalah kemanusiaan yang diakui secara eksplisit di sini.

Penjelasan pilihan kata

'Berputus asa' (istay'asa) di sini akar yang sama dengan yang menandai keputusasaan saudara-saudara Yusuf soal Benyamin di 12:80: kini dipakai dalam skala yang jauh lebih besar, menggambarkan pengalaman umum para rasul sepanjang sejarah, bukan hanya episode keluarga tunggal.

Tafsiran

Ayat ini menggeneralisasi pola yang sudah terlihat dalam kisah Yusuf sendiri (penantian panjang yang tampak tanpa harapan, diikuti pertolongan yang datang tepat di titik keputusasaan paling dalam), menjadi pola yang berlaku bagi semua rasul sepanjang sejarah. Kisah Yusuf, dengan demikian, bukan cerita tunggal yang berdiri sendiri, melainkan satu contoh dari pola yang jauh lebih luas.

Renungan dan Hikmah

  • Kata 'berputus asa' yang sama yang menandai titik tergelap saudara tertua di 12:80 kini dipakai untuk menggambarkan pengalaman para rasul secara umum, kisah Yusuf, dengan pola penantian-lalu-pertolongan yang berulang di dalamnya (12:15, 12:87), ternyata adalah cerminan kecil dari pola yang jauh lebih besar dan universal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar y-a-s, r-s-l, zh-n-n, k-dz-b, j-y-a, n-s-r, n-j-w, sh-y-a, r-d-d, b-a-s, q-w-m, j-r-m): istay'asa diterjemahkan 'berputus asa' (akar y-'-s); zhannuu diterjemahkan 'mengira' (akar zh-n-n); nujjiya diterjemahkan 'diselamatkan' (akar n-j-w); laa yuraddu diterjemahkan 'tidak dapat ditolak' (akar r-d-d); mujrimiin diterjemahkan 'berbuat dosa' (akar j-r-m). Selaras.