المر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

Alif Laam Miim Raa. Itulah tanda-tanda Kitab. Dan yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu adalah kebenaran, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.

Terjemahan bertahap (12 jeda)
  1. المرAlif Laam Miim Raa
  2. تِلْكَtilkaitulah
  3. آيَاتُaayaatutanda-tanda
  4. الْكِتَابِal-kitaabiKitab
  5. وَالَّذِيwa-lladziidan yang
  6. أُنْزِلَunziladiturunkan
  7. إِلَيْكَilaykakepadamu
  8. مِنْ رَبِّكَmin rabbikadari Tuhanmu
  9. الْحَقُّal-haqquadalah kebenaran
  10. وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
  11. أَكْثَرَ النَّاسِaktsara n-naasikebanyakan manusia
  12. لَا يُؤْمِنُونَlaa yu'minuunatidak beriman
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'alif laam miim raa Those are the proofs of the Writ; and what has been sent down to thee from thy Lord is the truth, but most men do not believe.'

Aplikasi

terjemahan ini menerjemahkan aayaat secara konsisten sebagai 'tanda-tanda', bukan sekadar 'ayat/pasal', kitab ini disebut kumpulan tanda yang menunjuk pada kebenaran, sama seperti fenomena alam yang juga disebut aayah di ayat-ayat berikutnya (13:2-4). Fakta bahwa 'kebanyakan manusia tidak beriman' meski kebenaran sudah turun menegaskan bahwa validitas suatu ajaran tidak diukur dari jumlah pengikutnya. Konkretnya: menyikapi teks ini sebagai rangkaian tanda yang perlu direnungkan makna-rujukannya, bukan sekadar bacaan hafalan, dan jangan menjadikan popularitas suatu pandangan sebagai ukuran kebenarannya.