وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَارًا ۖ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ ۖ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan Dialah yang menghamparkan bumi, dan menjadikan padanya gunung-gunung yang kukuh dan sungai-sungai. Dan dari segala buah-buahan, Dia menjadikan padanya dua pasang. Dia menutupkan malam pada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
Terjemahan bertahap (15 jeda)
- وَهُوَ الَّذِيwa-huwa lladziidan Dialah yang
- مَدَّmaddamenghamparkan
- الْأَرْضَal-ardhabumi
- وَجَعَلَ فِيهَاwa-ja'ala fiihaadan menjadikan padanya
- رَوَاسِيَrawaasiyagunung-gunung yang kukuh
- وَأَنْهَارًاwa-anhaarandan sungai-sungai
- وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِwa-min kulli ts-tsamaraatidan dari segala buah-buahan
- جَعَلَ فِيهَاja'ala fiihaaDia menjadikan padanya
- زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِzawjayni itsnaynidua pasang
- يُغْشِيyughsyiiDia menutupkan
- اللَّيْلَal-laylamalam
- النَّهَارَan-nahaarapada siang
- إِنَّ فِي ذَٰلِكَinna fii dzaalikasesungguhnya pada yang demikian itu
- لَآيَاتٍla-aayaatinbenar-benar terdapat tanda-tanda
- لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَli-qawmin yatafakkaruunabagi kaum yang berpikir
Terjemahan per kata (24 kata)
- وَهُوَwa-huwadan Dialah
- الَّذِيlladziiyang
- مَدَّmaddamembentangkan
- الْأَرْضَal-ardhabumi
- وَجَعَلَwa-ja'aladan Dia menjadikan
- فِيهَاfiihaapadanya
- رَوَاسِيَrawaasiyagunung-gunung
- وَأَنْهَارًاwa-anhaarandan sungai-sungai
- وَمِنْwa-mindan dari
- كُلِّkullisegala
- الثَّمَرَاتِts-tsamaraatibuah-buahan
- جَعَلَja'alamenjadikan
- فِيهَاfiihaapadanya
- زَوْجَيْنِzawjaynisepasang
- اثْنَيْنِitsnaynidua
- يُغْشِيyughsyiimenutupkan
- اللَّيْلَal-laylamalam
- النَّهَارَan-nahaarasiang
- إِنَّinnasesungguhnya
- فِيfiipada
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- لَآيَاتٍla-aayaatinbenar-benar tanda-tanda
- لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
- يَتَفَكَّرُونَyatafakkaruunamereka merenungkan
Inti bacaan
Ayat ini menautkan fenomena alam (gunung, sungai, buah berpasangan, pergantian malam-siang) sebagai tanda bukan bagi siapa saja, melainkan khusus 'bagi kaum yang berpikir' (yatafakkaruun), tanda itu perlu direnungkan aktif, bukan otomatis dipahami oleh siapa yang sekadar melihatnya. Konkretnya: mengamati keteraturan alam sekitar semestinya memicu perenungan sadar tentang keteraturan yang lebih besar, bukan dilewati sebagai pemandangan biasa, kebiasaan berpikir reflektif, bukan pengamatan pasif, adalah yang dituntut ayat ini.
Penjelasan pilihan kata
'Dua pasang' (zawjayni itsnayni): penekanan ganda ini (kata 'zawj/pasangan' plus 'itsnayni/dua') menegaskan sistem berpasangan yang berlaku universal di alam tumbuhan, mendahului penyebutan lebih rinci tentang keberagaman dalam kesamaan di ayat berikutnya.
Tafsiran
Fokus argumen bergeser dari langit ke bumi: gunung-gunung yang menstabilkan, sungai-sungai yang mengalir, sistem berpasangan pada tumbuhan, dan siklus siang-malam yang teratur. Semua ini disebut sebagai 'tanda bagi kaum yang berpikir', sebuah kualifikasi penting: tanda-tanda ini tidak otomatis dipahami semua orang, melainkan menuntut perenungan aktif.
Renungan dan Hikmah
- Tanda-tanda alam yang disebut di sini bukan bukti yang memaksa keyakinan secara otomatis, ayat ini secara eksplisit menyaratkan 'berpikir' sebagai prasyarat untuk menangkap maknanya. Pengamatan pasif terhadap alam tidak sama dengan perenungan aktif yang dituntut di sini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.