وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمُ الْمَثُلَاتُ ۗ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ لِلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلْمِهِمْ ۖ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan mereka meminta engkau menyegerakan keburukan sebelum kebaikan, padahal sungguh telah berlalu sebelum mereka contoh-contoh siksaan. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezaliman mereka, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar keras hukuman-Nya.

Terjemahan bertahap (12 jeda)
  1. وَيَسْتَعْجِلُونَكَwa-yasta'jiluunakadan mereka meminta engkau menyegerakan
  2. بِالسَّيِّئَةِbi-s-sayyi'atikeburukan
  3. قَبْلَ الْحَسَنَةِqabla l-hasanatisebelum kebaikan
  4. وَقَدْ خَلَتْwa-qad khalatdan sungguh telah berlalu
  5. مِنْ قَبْلِهِمُmin qablihimusebelum mereka
  6. الْمَثُلَاتُal-matsulaatucontoh-contoh siksaan
  7. وَإِنَّ رَبَّكَwa-inna rabbakadan sesungguhnya Tuhanmu
  8. لَذُو مَغْفِرَةٍla-dzuu maghfiratinbenar-benar memiliki ampunan
  9. لِلنَّاسِli-n-naasibagi manusia
  10. عَلَىٰ ظُلْمِهِمْalaa zhulmihimatas kezaliman mereka
  11. وَإِنَّ رَبَّكَwa-inna rabbakadan sesungguhnya Tuhanmu
  12. لَشَدِيدُ الْعِقَابِla-shadiidu l-iqaabibenar-benar keras hukuman-Nya
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…nmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia meskipun me…”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. sebagian penerjemah: 'And they ask thee to hasten the evil1 before2 the good3 when there have passed away before them exemplary punishments.4 And thy Lord is full of forgiveness towards men despite their injustice; but thy Lord is severe in retribution.' Corpus ayat ini: «magofirapK, INDEFINIT». maghfirah diterjemahkan 'ampunan'.

Aplikasi

Permintaan agar keburukan/siksaan disegerakan 'sebelum kebaikan', semacam tantangan tergesa-gesa menuntut bukti instan, dijawab dengan penegasan bahwa Tuhan memiliki ampunan bagi manusia SEKALIGUS hukuman yang keras; dua sifat itu tidak saling meniadakan. Konkretnya: menuntut pembalasan instan atas ketidakadilan (baik pribadi maupun kosmis) mengabaikan pola bahwa keadilan sering bekerja dengan jeda dan kesempatan memperbaiki diri lebih dulu, kesabaran menghadapi penundaan bukan berarti keadilan tidak akan datang.