وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۗ إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرٌ ۖ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ
Dan orang-orang yang kufur berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya suatu tanda dari Tuhannya?” Sesungguhnya engkau hanyalah pemberi peringatan, dan bagi setiap kaum ada pemberi petunjuk.
Terjemahan bertahap (8 jeda)
- وَيَقُولُwa-yaquuludan berkata
- الَّذِينَ كَفَرُواalladziina kafaruuorang-orang yang kufur
- لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِlawlaa unzila 'alayhimengapa tidak diturunkan kepadanya
- آيَةٌ مِنْ رَبِّهِaayatun min rabbihisuatu tanda dari Tuhannya
- إِنَّمَا أَنْتَinnamaa antasesungguhnya engkau hanyalah
- مُنْذِرٌmundzirunpemberi peringatan
- وَلِكُلِّ قَوْمٍwa-li-kulli qawmindan bagi setiap kaum
- هَادٍhaadinpemberi petunjuk
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَيَقُولُwa-yaquuludan ia berkata
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- لَوْلَاlawlaamengapa tidak
- أُنْزِلَunziladiturunkan
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- آيَةٌaayatuntanda
- مِنْmindari
- رَبِّهِrabbihiTuhannya
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- أَنْتَantaengkau
- مُنْذِرٌmundzirunpemberi peringatan
- وَلِكُلِّwa-li-kullidan bagi setiap
- قَوْمٍqawminkaum
- هَادٍhaadinpemberi petunjuk
Inti bacaan
Tuntutan orang kufur agar 'diturunkan tanda' dijawab dengan pengalihan peran: Nabi hanyalah pemberi peringatan, dan 'bagi setiap kaum ada pemberi petunjuk', bukan tugas pembawa pesan untuk memuaskan tuntutan bukti spektakuler. Konkretnya: menunda keyakinan sampai mendapat 'bukti ajaib' yang menurut selera sendiri adalah taktik menghindar, bukan pencarian jujur, petunjuk sudah tersedia bagi siapa yang mau memperhatikan apa yang sudah disampaikan, bukan menunggu tontonan luar biasa.
Penjelasan pilihan kata
'Tanda' (aayah) di sini sekali lagi kata yang sama dengan yang dipakai konsisten sepanjang ayat-ayat sebelumnya (13:1-4) untuk fenomena alam: para penentang menuntut jenis tanda yang berbeda (biasanya dipahami sebagai mukjizat spektakuler), padahal tanda-tanda yang sudah disebutkan (langit, bumi, siklus siang-malam) sesungguhnya sudah berlimpah. Ayat ini secara implisit membalas tuntutan itu tanpa menyebutnya secara langsung sebagai tidak masuk akal.
Tafsiran
Tuntutan akan 'tanda' baru ini mengabaikan tanda-tanda yang sudah dipaparkan secara melimpah di ayat-ayat pembuka surah: sebuah pola yang menyingkap bahwa masalahnya bukan kekurangan bukti, melainkan penolakan terhadap bukti yang sudah ada. Jawabannya tidak menjanjikan tanda spektakuler baru, melainkan menegaskan ulang peran penerima wahyu: hanya pemberi peringatan, bukan penyedia bukti sesuai permintaan.
Renungan dan Hikmah
- Tuntutan akan tanda yang lebih spektakuler mengabaikan tanda-tanda yang sudah tersedia secara melimpah, pola yang menunjukkan bahwa masalah sesungguhnya bukan kekurangan bukti, melainkan standar bukti yang terus bergeser atau penolakan yang sudah ditetapkan sebelumnya terhadap bukti apa pun yang diajukan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.