عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْكَبِيرُ الْمُتَعَالِ

Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Sang Besar, Sang Tinggi.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ'aalimu l-ghaybi wa-sy-syahaadatiyang mengetahui yang gaib dan yang nyata
  2. الْكَبِيرُal-kabiiruSang Besar
  3. الْمُتَعَالِal-muta'aaliSang Tinggi

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. عَالِمُ'aalimuyang mengetahui
  2. الْغَيْبِl-ghaybiyang gaib
  3. وَالشَّهَادَةِwa-sy-syahaadatidan yang tampak
  4. الْكَبِيرُal-kabiiruMahabesar
  5. الْمُتَعَالِal-muta'aaliYang Mahatinggi

Inti bacaan

Allah digambarkan mengetahui 'yang gaib dan yang nyata' sekaligus, tidak ada celah antara yang disembunyikan manusia dan yang ditampakkannya yang luput dari pengetahuan-Nya. Konkretnya: perbedaan antara perilaku di depan umum dan yang dilakukan diam-diam kehilangan relevansi jika disadari sungguh-sungguh, integritas berarti perilaku yang sama saat sendirian maupun saat diawasi orang lain, karena tidak pernah benar-benar 'sendirian' dari pengetahuan-Nya.

Penjelasan pilihan kata

'Sang Besar' dan 'Sang Tinggi' (al-kabiir al-muta'aal): tanpa kata 'Maha', konsisten dengan pola takrif→'Sang X' yang berlaku di seluruh terjemahan ini; kedua kata memakai kata sandang makrifat yang menandai kepastian/definit, bukan bentuk superlatif yang membenarkan penambahan 'Maha'.

Tafsiran

Ayat pendek ini menyimpulkan dua gelar yang menutup argumen ayat sebelumnya: pengetahuan Allah mencakup baik yang tersembunyi maupun yang tampak, dan kedudukan-Nya melampaui segala yang bisa dibandingkan dengannya.

Renungan dan Hikmah

  • Pengetahuan Allah disebut mencakup yang gaib dan yang nyata sekaligus. Bukan hanya yang tersembunyi, sebab menyebut hanya itu akan menyiratkan yang tampak kurang diperhatikan. Keduanya disebut, dan dengan begitu tak ada satu pun ruang yang tersisa untuk dianggap luput.
  • Ayat sependek ini menutup rangkaian argumen sebelumnya dengan dua gelar saja. Tak ada kesimpulan yang diuraikan. Allah membiarkan dua nama berdiri sebagai jawaban, dan pembacanya sendiri yang harus menghubungkannya dengan apa yang baru dibacanya.
  • Kalau yang tersembunyi dan yang tampak sama-sama diketahui, maka jarak antara keduanya berhenti punya arti. Sebagian besar tenaga manusia habis untuk menjaga jarak itu tetap ada. Di hadapan Allah, penjagaan semacam itu tidak sedang melindungi apa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').