عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْكَبِيرُ الْمُتَعَالِ

Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Sang Besar, Sang Tinggi.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِaalimu l-ghaybi wa-sh-shahaadatiyang mengetahui yang gaib dan yang nyata
  2. الْكَبِيرُal-kabiiruSang Besar
  3. الْمُتَعَالِal-muta'aaliSang Tinggi
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: lema aalim/'allaam ditangani per konvensi (bentuk verbal dijaga); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih..

Aplikasi

Allah digambarkan mengetahui 'yang gaib dan yang nyata' sekaligus, tidak ada celah antara yang disembunyikan manusia dan yang ditampakkannya yang luput dari pengetahuan-Nya. Konkretnya: perbedaan antara perilaku di depan umum dan yang dilakukan diam-diam kehilangan relevansi jika disadari sungguh-sungguh, integritas berarti perilaku yang sama saat sendirian maupun saat diawasi orang lain, karena tidak pernah benar-benar 'sendirian' dari pengetahuan-Nya.