هُوَ الَّذِي يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ
Dialah yang memperlihatkan kepada kalian kilat, menimbulkan ketakutan dan harapan, dan menjadikan awan yang berat.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- هُوَ الَّذِيhuwa lladziiDialah yang
- يُرِيكُمُyuriikumumemperlihatkan kepada kalian
- الْبَرْقَal-barqakilat
- خَوْفًا وَطَمَعًاkhawfan wa-thama'anmenimbulkan ketakutan dan harapan
- وَيُنْشِئُwa-yunsyi'udan menjadikan
- السَّحَابَ الثِّقَالَas-sahaaba ts-tsiqaalaawan yang berat
Terjemahan per kata (9 kata)
- هُوَhuwaDialah
- الَّذِيlladziiyang
- يُرِيكُمُyuriikumumemperlihatkan kepada kalian
- الْبَرْقَal-barqakilat
- خَوْفًاkhawfandengan rasa takut
- وَطَمَعًاwa-thama'andan penuh harap
- وَيُنْشِئُwa-yunsyi'udan Dia menumbuhkan
- السَّحَابَas-sahaabaawan
- الثِّقَالَts-tsiqaalayang berat
Inti bacaan
Kilat digambarkan menimbulkan 'ketakutan dan harapan' (khawf wa tama') sekaligus, bukan salah satu saja, sebagai fenomena alam yang lalu diikuti awan berat pembawa hujan. Konkretnya: sikap batin yang sehat terhadap kekuasaan yang jauh lebih besar dari diri sendiri (baik itu kekuatan alam maupun Tuhan) wajar memuat dua emosi sekaligus, waspada sekaligus berharap, bukan salah satu yang menghapus yang lain; ketakutan yang matang tidak melumpuhkan harapan, dan harapan yang matang tidak menghapus kewaspadaan.
Penjelasan pilihan kata
'Ketakutan dan harapan' (khawfan wa-tama'an), dua respons berlawanan terhadap fenomena alam yang sama: kilat bisa menandakan badai yang menakutkan atau hujan yang dinanti-nanti, dua kemungkinan yang hidup berdampingan dalam satu tanda.
Tafsiran
Ayat ini kembali ke ranah tanda-tanda alam setelah jeda tentang pengetahuan Allah dan pertanggungjawaban manusia: kilat dan awan yang berat mendahului rangkaian citra tentang hujan yang akan diperluas di ayat berikutnya menjadi perumpamaan yang lebih besar.
Renungan dan Hikmah
- Kilat yang sama disebut menimbulkan 'ketakutan dan harapan'. Dua rasa yang berlawanan dari satu pemandangan, dan keduanya benar. Sikap yang jujur terhadap kuasa yang jauh lebih besar memang tak pernah cuma satu rasa, dan Allah menyebut keduanya tanpa memilih salah satunya untuk pembacanya.
- Yang disebut sesudah kilat bukan hujannya, melainkan 'awan yang berat'. Bebannya disebutkan sebelum manfaatnya turun. Yang membawa kebaikan memang sering terlihat sebagai beban lebih dulu, dan hanya kelihatan sebagai pemberian sesudah ia sampai ke tanah.
- Kalimatnya dibuka 'Dialah yang memperlihatkan kepada kalian kilat'. Bukan kilat itu muncul, melainkan Allah memperlihatkannya. Perbedaan tata bahasa itu memindahkan seluruh pemandangan dari peristiwa yang kebetulan terjadi menjadi sesuatu yang sengaja ditunjukkan kepada seseorang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-a-y, b-r-q, kh-w-f, t-m-', n-sh-a, s-h-b, ts-q-l): yuriikum diterjemahkan 'memperlihatkan kalian' (akar r-'-y); barq diterjemahkan 'kilat'; khawf/tama' diterjemahkan 'ketakutan/harapan' (akar kh-w-f, akar t-m-'); yunshi'u diterjemahkan 'menjadikan' (akar n-sh-'); sahaab thiqaal diterjemahkan 'awan yang berat' (akar ts-q-l). gloss '(untuk menimbulkan)/(akan turun hujan)/(mendung)' dibuang.