وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ وَهُمْ يُجَادِلُونَ فِي اللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ
Dan guruh bertasbih dengan memuji-Nya, dan para malaikat karena takut kepada-Nya. Dan Dia melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia sangat kuat dayanya.
Terjemahan bertahap (11 jeda)
- وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُwa-yusabbihu r-ra'dudan guruh bertasbih
- بِحَمْدِهِbi-hamdihidengan memuji-Nya
- وَالْمَلَائِكَةُwa-l-malaa'ikatudan para malaikat
- مِنْ خِيفَتِهِmin khiifatihikarena takut kepada-Nya
- وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَwa-yursilu sh-shawaa'iqadan Dia melepaskan petir
- فَيُصِيبُ بِهَاfa-yushiibu bihaalalu menimpakannya
- مَنْ يَشَاءُman yasyaa'ukepada siapa yang Dia kehendaki
- وَهُمْ يُجَادِلُونَwa-hum yujaadiluunasementara mereka berbantah-bantahan
- فِي اللَّهِfii llaahitentang Allah
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- شَدِيدُ الْمِحَالِsyadiidu l-mihaalisangat kuat dayanya
Terjemahan per kata (19 kata)
- وَيُسَبِّحُwa-yusabbihudan bertasbih
- الرَّعْدُr-ra'duguruh
- بِحَمْدِهِbi-hamdihidengan memuji-Nya
- وَالْمَلَائِكَةُwa-l-malaa'ikatudan para malaikat
- مِنْmindari
- خِيفَتِهِkhiifatihitakut kepada-Nya
- وَيُرْسِلُwa-yursiludan Dia mengirim
- الصَّوَاعِقَsh-shawaa'iqapetir
- فَيُصِيبُfa-yushiibumaka Dia menimpakan
- بِهَاbihaadengannya
- مَنْmanorang yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- وَهُمْwa-humdan mereka
- يُجَادِلُونَyujaadiluunamereka membantah
- فِيfiitentang
- اللَّهِllaahiAllah
- وَهُوَwa-huwadan Dialah
- شَدِيدُsyadiidukeras
- الْمِحَالِl-mihaalisiksa
Inti bacaan
Kontras yang ditonjolkan ayat ini: guruh dan malaikat, kekuatan yang jauh melampaui manusia, tunduk dan bertasbih karena takut, sementara manusia (yang jauh lebih lemah) malah 'berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah'. Konkretnya: kecenderungan berdebat/menyangkal otoritas yang lebih tinggi justru sering datang dari pihak yang paling lemah posisinya untuk melakukannya, kerendahan hati di hadapan kekuatan yang nyata-nyata melampaui diri sendiri adalah sikap yang lebih masuk akal ketimbang perdebatan defensif.
Penjelasan pilihan kata
'Sangat kuat dayanya' (shadiidu l-mihaal), kata mihaal hanya muncul satu kali di seluruh Al-Qur'an (kata langka, hapax legomenon), dan makna persisnya diperdebatkan para ahli bahasa klasik: sebagian membacanya sebagai kekuatan dalam bertindak atau berdaya-upaya, sebagian lain menghubungkannya dengan kekuatan menghadapi perlawanan. Karena kelangkaan dan ketidakpastian ini, dipilih terjemahan yang berhati-hati ('kuat dayanya') alih-alih memaksakan kepastian yang sebenarnya tidak ada: berbeda dari 'keras hukuman-Nya' (shadiidu l-iqaab, akar berbeda, sudah dipakai di 13:6) yang maknanya jauh lebih jelas.
Tafsiran
Ayat ini menyandingkan penyembahan alam semesta yang tunduk sepenuhnya (guruh bertasbih, malaikat takut) dengan manusia yang justru berbantah-bantahan tentang Allah: sebuah kontras tajam antara ketundukan kosmik dan keraguan manusia, ditutup dengan penegasan kekuatan Allah yang tak tertandingi.
Renungan dan Hikmah
- Kontras antara alam semesta yang tunduk sepenuhnya dan manusia yang berbantah-bantahan menyingkap sebuah ironi: makhluk yang diberi akal dan kehendak bebas justru satu-satunya yang mempertanyakan keberadaan atau sifat Allah, sementara fenomena alam yang tak berakal justru digambarkan tunduk tanpa pertanyaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga hamd pemakaian diteruskan ('segala puji/memuji' terjemahan lain konsisten; al-hamdu = al- istighraaq dipertahankan); pasangan belum ditelaah (ghanii 'Maha Kaya') dipertahankan sementara. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid).