لَهُ دَعْوَةُ الْحَقِّ ۖ وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُمْ بِشَيْءٍ إِلَّا كَبَاسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى الْمَاءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَالِغِهِ ۚ وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ

Bagi-Nya seruan yang benar. Dan yang mereka seru selain Dia tidak mengabulkan bagi mereka apa pun, kecuali seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke air agar sampai ke mulutnya, padahal ia tidak akan sampai kepadanya. Dan tidaklah seruan orang-orang kafir kecuali dalam kesia-siaan.

Terjemahan bertahap (12 jeda)
  1. لَهُlahubagi-Nya
  2. دَعْوَةُ الْحَقِّda'watu l-haqqiseruan yang benar
  3. وَالَّذِينَ يَدْعُونَwa-lladziina yad'uunadan yang mereka seru
  4. مِنْ دُونِهِmin duunihiselain Dia
  5. لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُمْlaa yastajiibuuna lahumtidak mengabulkan bagi mereka
  6. بِشَيْءٍbishay'inapa pun
  7. إِلَّا كَبَاسِطِ كَفَّيْهِillaa ka-baasiti kaffayhikecuali seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya
  8. إِلَى الْمَاءِilaa l-maa'ike air
  9. لِيَبْلُغَ فَاهُli-yablugha faahuagar sampai ke mulutnya
  10. وَمَا هُوَ بِبَالِغِهِwa-maa huwa bibaalighihipadahal ia tidak akan sampai kepadanya
  11. وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَwa-maa du'aa'u l-kaafiriinadan tidaklah seruan orang-orang kafir
  12. إِلَّا فِي ضَلَالٍillaa fii dalaalinkecuali dalam kesia-siaan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar d-'-w, h-q-q, d-w-n, j-w-b, sh-y-a, b-s-t, k-f-f, m-w-h, b-l-gh, f-w-h, k-f-r, d-l-l): da'wat al-haqq diterjemahkan 'seruan yang benar' (akar d-'-w + akar h-q-q); yad'uuna diterjemahkan 'menyeru' (akar d-'-w); yastajiibuun diterjemahkan 'mengabulkan' (akar j-w-b); du'aa' al-kaafiriin illaa fii dalaal diterjemahkan 'seruan orang kafir dalam kesia-siaan/kesesatan' (akar d-l-l putaran 78). gloss '(Sesembahan)' + footnote dibuang.

Aplikasi

Perumpamaan orang yang membukakan telapak tangannya ke arah air berharap air itu sampai ke mulutnya, gerakan yang secara struktural mustahil berhasil, betapa pun bersungguh-sungguh dilakukan, menggambarkan seruan kepada selain Allah sebagai usaha yang sia-sia bukan karena kurang usaha, melainkan karena arah usahanya salah sejak awal. Konkretnya: sebelum menaruh harap atau upaya besar pada sesuatu, periksa dulu apakah sasaran itu memang punya kapasitas merespons, kesungguhan tidak menebus kesalahan memilih ke mana kesungguhan itu diarahkan.