وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ

Dan kepada Allah bersujud siapa yang ada di langit dan di bumi, dengan sukarela atau terpaksa, dan bayang-bayang mereka pada waktu pagi dan petang.

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. وَلِلَّهِ يَسْجُدُwa-lillaahi yasjududan kepada Allah bersujud
  2. مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِman fii s-samaawaati wa-l-ardisiapa yang ada di langit dan di bumi
  3. طَوْعًا وَكَرْهًاtaw'an wa-karhandengan sukarela atau terpaksa
  4. وَظِلَالُهُمْwa-zhilaaluhumdan bayang-bayang mereka
  5. بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِbi-l-ghuduwwi wa-l-aasaalipada waktu pagi dan petang
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-l-h, s-j-d, s-m-w, a-r-d, t-w-', k-r-h, zh-l-l, gh-d-w, a-s-l): yasjudu diterjemahkan 'bersujud' (akar s-j-d SJD); taw'an wa karhan diterjemahkan 'dengan sukarela atau terpaksa', akar t-w-' (putaran 58) + akar k-r-h (KRH; sepasang, sepola 9:53); zhilaal diterjemahkan 'bayang-bayang'; ghuduww/aasaal diterjemahkan 'pagi/petang'. gloss '(Bersujud pula kepada-Nya)' dibuang.

Aplikasi

Segala sesuatu di langit dan bumi disebut bersujud kepada Allah 'dengan sukarela atau terpaksa' (taw'an wa karhan), bahkan bayang-bayang benda-benda pun tunduk pada hukum alam yang mengaturnya, mau tidak mau. Konkretnya: karena ketundukan struktural pada realitas pada akhirnya tak terhindarkan bagi siapa pun, satu-satunya pilihan bermakna yang tersisa bagi manusia adalah apakah ketundukannya itu dijalani dengan sukarela dan sadar, atau diseret secara terpaksa dan menggerutu, sikap batin terhadap yang tak terelakkan itulah yang membedakan.