وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ

Dan kepada Allah bersujud siapa yang ada di langit dan di bumi, dengan sukarela atau terpaksa, dan bayang-bayang mereka pada waktu pagi dan petang.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَلِلَّهِ يَسْجُدُwa-li-llaahi yasjududan kepada Allah bersujud
  2. مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِman fii s-samaawaati wa-l-ardhisiapa yang ada di langit dan di bumi
  3. طَوْعًا وَكَرْهًاthaw'an wa-karhandengan sukarela atau terpaksa
  4. وَظِلَالُهُمْwa-zhilaaluhumdan bayang-bayang mereka
  5. بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِbi-l-ghuduwwi wa-l-aashaalipada waktu pagi dan petang

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
  2. يَسْجُدُyasjudubersujud
  3. مَنْmanorang yang
  4. فِيfiidi
  5. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  6. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  7. طَوْعًاthaw'andengan sukarela
  8. وَكَرْهًاwa-karhandan dengan terpaksa
  9. وَظِلَالُهُمْwa-zhilaaluhumdan bayang-bayang mereka
  10. بِالْغُدُوِّbi-l-ghuduwwipada pagi hari
  11. وَالْآصَالِwa-l-aashaalidan petang hari

Inti bacaan

Segala sesuatu di langit dan bumi disebut bersujud kepada Allah 'dengan sukarela atau terpaksa' (taw'an wa karhan), bahkan bayang-bayang benda-benda pun tunduk pada hukum alam yang mengaturnya, mau tidak mau. Konkretnya: karena ketundukan struktural pada realitas pada akhirnya tak terhindarkan bagi siapa pun, satu-satunya pilihan bermakna yang tersisa bagi manusia adalah apakah ketundukannya itu dijalani dengan sukarela dan sadar, atau diseret secara terpaksa dan menggerutu, sikap batin terhadap yang tak terelakkan itulah yang membedakan.

Penjelasan pilihan kata

'Bersujud' (yasjudu): konsisten dengan akar sjd yang selalu diterjemahkan 'sujud/bersujud' di seluruh terjemahan ini (lih. 12:4, 12:100). Di sini maknanya metaforis-menyeluruh: ketundukan segala yang ada di alam semesta, termasuk yang tidak punya kehendak sadar (bayang-bayang), bukan sujud fisik sebagaimana di 12:100. Perbedaan makna literal-vs-metaforis ini tidak mengubah pilihan kata, konsisten dengan aturan yang sudah ditetapkan sejak awal proyek ini. 'Pagi dan petang' (al-ghuduww wa-l-aasaal): pasangan kata yang berbeda dari ashiyy/ibkaar yang diteliti di 3:41 (akar berbeda sepenuhnya); rentang riset ragam kata 'pagi/petang' dalam Al-Qur'an yang dimulai di 3:41 kini bertambah satu pasangan lagi yang perlu diperhatikan konsistensinya jika muncul kembali di ayat lain.

Tafsiran

Ayat ini memperluas cakupan 'sujud' sampai ke titik yang paling menyeluruh, bukan hanya makhluk berkehendak yang tunduk (sukarela atau terpaksa), bahkan bayang-bayang benda mati pun disebut 'bersujud' lewat pergerakannya mengikuti matahari sepanjang hari. Ini adalah gambaran ketundukan kosmik yang tidak mengenal pengecualian.

Renungan dan Hikmah

  • Akar 'sujud' yang sama yang menandai mimpi Yusuf tergenapi secara fisik-literal di 12:100 di sini dipakai dalam makna yang jauh lebih luas dan metaforis, ketundukan seluruh alam semesta, termasuk bayang-bayang benda mati. Rentang makna yang luas ini (dari sujud fisik satu keluarga sampai ketundukan kosmik semesta) tetap dijaga dalam satu kata Indonesia yang sama, konsisten dengan disiplin akar yang berlaku sejak awal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-h, s-j-d, s-m-w, a-r-d, t-w-', k-r-h, zh-l-l, gh-d-w, a-s-l): yasjudu diterjemahkan 'bersujud' (akar s-j-d SJD); taw'an wa karhan diterjemahkan 'dengan sukarela atau terpaksa', akar t-w-' (putaran 58) + akar k-r-h (KRH; sepasang, sepola 9:53); zhilaal diterjemahkan 'bayang-bayang'; ghuduww/aasaal diterjemahkan 'pagi/petang'. gloss '(Bersujud pula kepada-Nya)' dibuang.