قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ ۚ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُ ۗ أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ ۚ قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Katakanlah, “Siapa Tuhan langit dan bumi?” Katakanlah, “Allah.” Katakanlah, “Apakah kalian menjadikan selain Dia pelindung-pelindung yang tidak berkuasa bagi diri mereka sendiri, manfaat maupun mudarat?” Katakanlah, “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Atau apakah sama kegelapan dengan cahaya?” Ataukah mereka menjadikan bagi Allah sekutu-sekutu yang menciptakan seperti ciptaan-Nya, sehingga ciptaan itu serupa bagi mereka? Katakanlah, “Allah pencipta segala sesuatu, dan Dialah Yang Esa, Sang Penakluk.”

Terjemahan bertahap (22 jeda)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِman rabbu s-samaawaati wa-l-ardhisiapa Tuhan langit dan bumi
  3. قُلِ اللَّهُquli llaahukatakanlah: Allah
  4. قُلْqulkatakanlah
  5. أَفَاتَّخَذْتُمْa-fa-ttakhadztumapakah kalian menjadikan
  6. مِنْ دُونِهِmin duunihiselain Dia
  7. أَوْلِيَاءَawliyaa'apelindung-pelindung
  8. لَا يَمْلِكُونَlaa yamlikuunayang tidak berkuasa
  9. لِأَنْفُسِهِمْli-anfusihimbagi diri mereka sendiri
  10. نَفْعًا وَلَا ضَرًّاnaf'an wa-laa dharranmanfaat maupun mudarat
  11. قُلْqulkatakanlah
  12. هَلْ يَسْتَوِيhal yastawiiapakah sama
  13. الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُal-a'maa wa-l-bashiiruorang yang buta dengan orang yang melihat
  14. أَمْ هَلْ تَسْتَوِيam hal tastawiiatau apakah sama
  15. الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُazh-zhulumaatu wa-n-nuurukegelapan dengan cahaya
  16. أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِam ja'aluu li-llaahiataukah mereka menjadikan bagi Allah
  17. شُرَكَاءَsyurakaa'asekutu-sekutu
  18. خَلَقُوا كَخَلْقِهِkhalaquu ka-khalqihiyang menciptakan seperti ciptaan-Nya
  19. فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْfa-tasyaabaha l-khalqu 'alayhimsehingga ciptaan itu serupa bagi mereka
  20. قُلِ اللَّهُquli llaahukatakanlah: Allah
  21. خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍkhaaliqu kulli syay'inpencipta segala sesuatu
  22. وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُwa-huwa l-waahidu l-qahhaarudan Dialah Yang Esa, Sang Penakluk

Terjemahan per kata (45 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. مَنْmanorang yang
  3. رَبُّrabbuTuhan
  4. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  5. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  6. قُلِqulikatakanlah
  7. اللَّهُllaahuAllah
  8. قُلْqulkatakanlah
  9. أَفَاتَّخَذْتُمْa-fa-ttakhadztummaka apakah kalian mengambil
  10. مِنْmindari
  11. دُونِهِduunihiselain-Nya
  12. أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
  13. لَاlaatidak
  14. يَمْلِكُونَyamlikuunamereka memiliki
  15. لِأَنْفُسِهِمْli-anfusihimuntuk diri mereka
  16. نَفْعًاnaf'anmanfaat
  17. وَلَاwa-laadan tidak pula
  18. ضَرًّاdharranmudarat
  19. قُلْqulkatakanlah
  20. هَلْhalapakah
  21. يَسْتَوِيyastawiisama
  22. الْأَعْمَىٰal-a'maaorang buta
  23. وَالْبَصِيرُwa-l-bashiirudan orang yang melihat
  24. أَمْamatau
  25. هَلْhalapakah
  26. تَسْتَوِيtastawiisama
  27. الظُّلُمَاتُazh-zhulumaatukegelapan
  28. وَالنُّورُwa-n-nuurudan cahaya
  29. أَمْamatau
  30. جَعَلُواja'aluumereka menjadikan
  31. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  32. شُرَكَاءَsyurakaa'asekutu-sekutu
  33. خَلَقُواkhalaquumereka menciptakan
  34. كَخَلْقِهِka-khalqihiseperti ciptaan-Nya
  35. فَتَشَابَهَfa-tasyaabahamaka menjadi samar
  36. الْخَلْقُl-khalqupenciptaan
  37. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  38. قُلِqulikatakanlah
  39. اللَّهُllaahuAllah
  40. خَالِقُkhaaliquPencipta
  41. كُلِّkullisegala
  42. شَيْءٍsyay'insesuatu
  43. وَهُوَwa-huwadan Dialah
  44. الْوَاحِدُl-waahiduYang Maha Esa
  45. الْقَهَّارُl-qahhaaruYang Mahaperkasa

Inti bacaan

Rangkaian pertanyaan retoris menantang logika mengambil 'pelindung' yang bahkan 'tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri', sebuah ketidakkonsistenan logis yang ditunjukkan lewat perbandingan orang buta dengan yang melihat, gelap dengan cahaya. Konkretnya: sebelum menggantungkan harap pada seseorang atau sesuatu sebagai sandaran, periksa dulu apakah sandaran itu sendiri punya kuasa mengurus dirinya sendiri, bersandar pada yang sama rentannya dengan diri sendiri adalah kekeliruan yang sebetulnya bisa dikenali lewat akal sehat, bukan hanya lewat wahyu.

Penjelasan pilihan kata

'Sang Penakluk' (al-qahhaar) kata yang sama persis dengan yang sudah diterjemahkan di 12:39, dipertahankan konsisten. Ayat ini memakai struktur retoris berulang ('katakanlah') yang khas, membangun serangkaian pertanyaan yang jawabannya sudah jelas dari premisnya sendiri: sebuah teknik argumentasi lewat pertanyaan yang menuntun, bukan pernyataan langsung.

Tafsiran

Ayat ini membangun argumen lewat rangkaian pertanyaan retoris yang jawabannya sudah tersirat: siapa pun mengakui Allah pencipta langit-bumi, maka menjadikan pelindung lain yang tak berkuasa atas dirinya sendiri jadi tidak masuk akal. Perbandingan buta-melihat dan gelap-cahaya memperkuat argumen ini secara intuitif, sebelum ditutup dengan pertanyaan tentang klaim penyekutuan yang menciptakan sesuatu setara ciptaan Allah: sebuah klaim yang jelas tidak berdasar.

Renungan dan Hikmah

  • Teknik argumentasi lewat pertanyaan yang menuntun ke kesimpulan sendiri, bukan sekadar menyatakan kesimpulan secara langsung, mengundang lawan bicara berpikir sendiri dan sampai pada pengakuan, alih-alih sekadar didikte; pendekatan persuasi yang menghormati kapasitas nalar audiens.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan diterjemahkan 'Yang Melihat' per takrif corpus; kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.