أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

Apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu adalah kebenaran sama seperti orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal sehat yang mengambil pelajaran.

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. أَفَمَنْ يَعْلَمُa-fa-man ya'lamuapakah orang yang mengetahui
  2. أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَannamaa unzila ilaykabahwa apa yang diturunkan kepadamu
  3. مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّmin rabbika l-haqqudari Tuhanmu adalah kebenaran
  4. كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰka-man huwa a'maasama seperti orang yang buta
  5. إِنَّمَا يَتَذَكَّرُinnamaa yatadzakkaruhanyalah mengambil pelajaran
  6. أُولُو الْأَلْبَابِuluu l-albaabiorang-orang yang berakal sehat

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. أَفَمَنْa-fa-manmaka apakah orang yang
  2. يَعْلَمُya'lamumengetahui
  3. أَنَّمَاannamaabahwa hanyalah
  4. أُنْزِلَunziladiturunkan
  5. إِلَيْكَilaykakepadamu
  6. مِنْmindari
  7. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  8. الْحَقُّl-haqqukebenaran
  9. كَمَنْka-manseperti orang yang
  10. هُوَhuwaia
  11. أَعْمَىٰa'maabuta
  12. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  13. يَتَذَكَّرُyatadzakkarumengambil pelajaran
  14. أُولُوuluuorang-orang yang memiliki
  15. الْأَلْبَابِl-albaabiakal

Inti bacaan

Pertanyaan retoris yang menyandingkan orang yang mengetahui kebenaran wahyu dengan orang buta menandaskan bahwa mengetahui sesuatu itu benar dan membiarkannya mengubah diri adalah dua hal berbeda, hanya 'orang yang berakal sehat' yang benar-benar 'mengambil pelajaran'. Konkretnya: mengetahui suatu kebenaran secara kognitif tidak otomatis berarti hidup sesuai dengannya, pembeda sesungguhnya adalah kesediaan merenungkan dan menindaklanjuti apa yang sudah diketahui, bukan sekadar mengakuinya sebagai fakta di kepala.

Penjelasan pilihan kata

'Berakal sehat' (uluu l-albaab): akar yang sama dengan yang menutup Surah Yusuf ('pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat', 12:111), bukan akar ql yang lebih umum (dipakai 13:4). Perbandingan buta-melihat di sini menggemakan langsung pertanyaan retoris yang sama di 13:16, kini diterapkan pada penerimaan kebenaran wahyu, bukan pada keberadaan Allah.

Tafsiran

Ayat ini membuka bagian baru dengan pertanyaan retoris yang menyamakan penolakan kebenaran dengan kebutaan, bukan kebutaan fisik, melainkan ketidakmampuan melihat sesuatu yang sebenarnya jelas. Pembedaan ini menyiapkan daftar sifat-sifat orang berakal sehat yang akan diuraikan di ayat-ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Perbandingan buta-melihat yang sama muncul dua kali berdekatan (13:16 tentang keberadaan Allah, di sini tentang penerimaan wahyu), pola citra yang konsisten dipakai untuk dua pertanyaan berbeda namun berkaitan erat, keduanya tentang kegagalan mengenali sesuatu yang seharusnya jelas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).