أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
Apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu adalah kebenaran sama seperti orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal sehat yang mengambil pelajaran.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- أَفَمَنْ يَعْلَمُa-fa-man ya'lamuapakah orang yang mengetahui
- أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَannamaa unzila ilaykabahwa apa yang diturunkan kepadamu
- مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّmin rabbika l-haqqudari Tuhanmu adalah kebenaran
- كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰka-man huwa a'maasama seperti orang yang buta
- إِنَّمَا يَتَذَكَّرُinnamaa yatadzakkaruhanyalah mengambil pelajaran
- أُولُو الْأَلْبَابِuluu l-albaabiorang-orang yang berakal sehat
Catatan pilihan kata (ringkas)
C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH; lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih.. sebagian penerjemah: 'Is then he who1 knows that what is sent down to thee from thy Lord is the truth2 like him who is blind?
Aplikasi
Pertanyaan retoris yang menyandingkan orang yang mengetahui kebenaran wahyu dengan orang buta menandaskan bahwa mengetahui sesuatu itu benar dan membiarkannya mengubah diri adalah dua hal berbeda, hanya 'orang yang berakal sehat' yang benar-benar 'mengambil pelajaran'. Konkretnya: mengetahui suatu kebenaran secara kognitif tidak otomatis berarti hidup sesuai dengannya, pembeda sesungguhnya adalah kesediaan merenungkan dan menindaklanjuti apa yang sudah diketahui, bukan sekadar mengakuinya sebagai fakta di kepala.