الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلَا يَنْقُضُونَ الْمِيثَاقَ

Orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian,

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. الَّذِينَ يُوفُونَalladziina yuufuunaorang-orang yang memenuhi
  2. بِعَهْدِ اللَّهِbi-'ahdi llaahijanji Allah
  3. وَلَا يَنْقُضُونَwa-laa yanqudhuunadan tidak melanggar
  4. الْمِيثَاقَal-miitsaaqaperjanjian

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. يُوفُونَyuufuunamereka memenuhi
  3. بِعَهْدِbi-'ahdidengan janji
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. وَلَاwa-laadan tidak pula
  6. يَنْقُضُونَyanqudhuunamenguraikan
  7. الْمِيثَاقَal-miitsaaqaperjanjian

Inti bacaan

Ciri pertama 'orang berakal' (ulul albab, disambung dari 13:19) yang disebutkan bukan soal ritual atau keyakinan batin, melainkan soal memenuhi janji dan tidak melanggar perjanjian, sesuatu yang konkret dan bisa diverifikasi lewat perilaku. Konkretnya: kualitas keberagamaan seseorang mula-mula teruji lewat hal paling praktis, apakah dia menepati janji dan komitmennya kepada orang lain, bukan lewat klaim spiritual yang tidak bisa diperiksa.

Penjelasan pilihan kata

'Janji' (ahd) dan 'perjanjian' (miitsaaq), dua kata berbeda untuk komitmen yang mengikat, dipasangkan sengaja: ahd menandai komitmen umum, miitsaaq menandai ikatan yang lebih formal/kuat. Ayat ini membuka daftar sifat 'orang-orang berakal sehat' yang baru disebut, dimulai dengan integritas menepati janji.

Tafsiran

Kalimat ini adalah yang pertama dari serangkaian sifat yang menjelaskan siapa 'orang-orang berakal sehat' yang disebut di ayat sebelumnya: dimulai dengan kesetiaan pada janji, sebuah kualitas yang menghubungkan komitmen kepada Allah dengan integritas dalam relasi secara umum.

Renungan dan Hikmah

  • Daftar sifat orang berakal sehat dibuka bukan dengan ibadah atau ilmu, melainkan dengan memenuhi janji. Allah menaruh di urutan pertama sesuatu yang bisa diperiksa siapa saja tanpa perlu tahu isi hati orangnya. Akal sehat di sini diukur dari apa yang dirasakan orang lain ketika berurusan dengannya.
  • Dua kata dipakai, satu untuk janji biasa dan satu untuk ikatan yang lebih kuat. Keduanya disebut, dan yang lebih ringan disebut lebih dulu. Orang yang menjaga ikatan besar sambil menganggap enteng janji kecil belum masuk dalam gambaran ini, sebab yang disebutkan bukan salah satunya.
  • Dua hal disebut Allah berdampingan: memenuhi, dan tidak melanggar. Terdengar seperti satu perkara, padahal berbeda. Yang pertama menuntut tindakan, yang kedua menuntut menahan diri di sepanjang waktu ketika melanggar tampak menguntungkan dan tak ada yang melihatnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-f-y, '-h-d, a-l-h, n-q-d, w-ts-q): yuufuuna diterjemahkan 'memenuhi' (akar w-f-y); ahd diterjemahkan 'janji' (akar '-h-d); yanquduuna diterjemahkan 'melanggar' (akar n-q-d); miithaaq diterjemahkan 'perjanjian' (akar w-ts-q). gloss '(Yaitu)' dibuang.