وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ
Dan orang-orang yang menyambungkan apa yang Allah perintahkan untuk disambungkan, dan takut kepada Tuhan mereka, dan takut kepada hisab yang buruk,
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- وَالَّذِينَ يَصِلُونَwa-lladziina yashiluunadan orang-orang yang menyambungkan
- مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِmaa amara llaahu bihiapa yang Allah perintahkan
- أَنْ يُوصَلَan yuushalauntuk disambungkan
- وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْwa-yakhsyawna rabbahumdan takut kepada Tuhan mereka
- وَيَخَافُونَwa-yakhaafuunadan takut
- سُوءَ الْحِسَابِsuu'a l-hisaabihisab yang buruk
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- يَصِلُونَyashiluunamereka menyambung
- مَاmaaapa yang
- أَمَرَamaramemerintahkan
- اللَّهُllaahuAllah
- بِهِbihidengannya
- أَنْanuntuk
- يُوصَلَyuushaladisambungkan
- وَيَخْشَوْنَwa-yakhsyawnadan mereka takut
- رَبَّهُمْrabbahumTuhan mereka
- وَيَخَافُونَwa-yakhaafuunadan mereka takut
- سُوءَsuu'akeburukan
- الْحِسَابِl-hisaabiperhitungan
Inti bacaan
Ciri kedua: menyambungkan 'apa yang Allah perintahkan untuk disambungkan', cakupan yang sengaja dijaga umum (bukan dipersempit ke silaturahmi kerabat saja), disertai takut kepada Tuhan dan takut pada hisab yang buruk. Konkretnya: menjaga hubungan/ikatan yang seharusnya terus dirawat (baik kekerabatan, kemitraan, maupun komitmen sosial lain) adalah kewajiban yang berlaku luas, bukan hanya kewajiban keluarga sempit, memutus hubungan yang seharusnya dijaga adalah pelanggaran yang sama seriusnya dengan pelanggaran lain yang lebih 'kelihatan religius'.
Penjelasan pilihan kata
'Menyambungkan' (yasiluuna) dipertahankan dalam makna umumnya: teks tidak menyebut secara eksplisit apa yang dimaksud disambungkan (bisa mencakup relasi kekerabatan, tapi juga lebih luas), jadi tidak dipersempit maknanya dengan menambah kata yang tidak ada di teks Arab. Dua kata 'takut' berbeda (yakhshawna/yakhaafuuna) dipasangkan berdekatan: nuansa halus antara rasa hormat-segan dan kekhawatiran konkret, meski keduanya wajar diterjemahkan 'takut' dalam bahasa Indonesia tanpa kehilangan makna penting.
Tafsiran
Sifat kedua yang disebut adalah menjaga hubungan/ikatan yang diperintahkan Allah untuk dijaga, sebuah prinsip yang cukup luas untuk mencakup berbagai jenis relasi, dipasangkan dengan rasa takut ganda: kepada Tuhan mereka secara langsung, dan kepada konsekuensi perhitungan yang buruk.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut orang yang menyambungkan apa yang Allah perintahkan untuk disambungkan, tanpa menyebutkan apa persisnya. Batasnya sengaja tidak dipasang. Kekerabatan jelas termasuk, tetapi berhenti di sana berarti mempersempit apa yang Allah biarkan luas, dan yang mempersempit biasanya berhenti tepat sebelum hubungan yang paling berat disambungkan kembali.
- Kata yang dipakai adalah kata kerja, bukan sifat. Hubungan tidak bertahan tersambung dengan sendirinya; ia terus melonggar kalau tidak ada yang mengerjakannya. Sifat yang dipuji Allah di sini karena itu bukan orang yang kebetulan tidak sedang bertengkar dengan siapa pun, melainkan orang yang menyambung apa yang sudah renggang.
- Dua kata berbeda untuk takut diletakkan berdampingan: satu tentang rasa segan kepada Tuhan mereka, satu lagi kekhawatiran nyata pada hisab yang buruk. Keduanya dipertahankan, tidak dilebur jadi satu. Rasa hormat tanpa kekhawatiran mudah berubah jadi kekaguman yang tidak menuntut apa-apa, dan kekhawatiran tanpa rasa hormat mudah berubah jadi ketakutan yang tidak mengenal siapa yang ditakutinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-s-l, a-m-r, a-l-h, kh-sh-y, r-b-b, kh-w-f, s-w-a, h-s-b): yasiluuna diterjemahkan 'menyambungkan' (akar w-s-l); yakhshawn/yakhaafuun diterjemahkan 'takut' (akar kh-sh-y, akar kh-w-f); suu'a l-hisaab diterjemahkan 'hisab yang buruk' (akar h-s-b). gloss '(seperti silaturahmi)' dibuang (teks umum, tak menyempit).