وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ

Dan orang-orang yang bersabar demi mencari wajah Tuhan mereka, dan menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, dan menolak keburukan dengan kebaikan, mereka itulah yang mendapat tempat kesudahan.

Terjemahan bertahap (10 jeda)
  1. وَالَّذِينَ صَبَرُواwa-lladziina sabaruudan orang-orang yang bersabar
  2. ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْibtighaa'a wajhi rabbihimdemi mencari wajah Tuhan mereka
  3. وَأَقَامُوا الصَّلَاةَwa-aqaamuu s-salaatadan menegakkan salat
  4. وَأَنْفَقُواwa-anfaquudan menginfakkan
  5. مِمَّا رَزَقْنَاهُمْmimmaa razaqnaahumsebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada mereka
  6. سِرًّا وَعَلَانِيَةًsirran wa-alaaniyatansecara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan
  7. وَيَدْرَءُونَwa-yadra'uunadan menolak
  8. بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَbi-l-hasanati s-sayyi'atakeburukan dengan kebaikan
  9. أُولَٰئِكَ لَهُمْulaa'ika lahummereka itulah yang mendapat
  10. عُقْبَى الدَّارِuqbaa d-daaritempat kesudahan
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…Tuhan mereka, mendirikan salat, menginfakkan sebagian r…”. sebagian penerjemah: 'And who are patient seeking the face of their Lord, and uphold the duty,1 and spend of what We have provided them, secretly and openly, and they avert evil2 with good: those have the good3 final4 abode:' Corpus ayat ini: «S~alaw`pa, TAKRIF». salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar').

Aplikasi

Ciri-ciri berikutnya mengumpulkan empat perilaku konkret sekaligus: sabar demi mencari keridaan Tuhan, menegakkan salat, berinfak baik sembunyi maupun terang-terangan, dan membalas keburukan dengan kebaikan. Konkretnya: kesungguhan beragama diukur dari kombinasi laku ini secara bersamaan, bukan salah satunya saja, terutama 'membalas keburukan dengan kebaikan' menuntut respons yang secara sadar menahan diri dari membalas setimpal, sebuah disiplin yang lebih sulit daripada sekadar bersabar pasif.