سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

“Salam atas kalian karena kesabaran kalian.” Maka sebaik-baik tempat kesudahan.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. سَلَامٌ عَلَيْكُمْsalaamun alaykumsalam atas kalian
  2. بِمَا صَبَرْتُمْbimaa sabartumkarena kesabaran kalian
  3. فَنِعْمَfa-ni'mamaka sebaik-baik
  4. عُقْبَى الدَّارِuqbaa d-daaritempat kesudahan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar s-l-m, s-b-r, n-'-m, '-q-b, d-w-r): salaam alaykum diterjemahkan 'salam atas kalian'; sabartum diterjemahkan 'kesabaran kalian' (akar s-b-r); uqbaa d-daar diterjemahkan 'tempat kesudahan' (akar '-q-b). gloss '(Malaikat berkata,)/(semoga keselamatan tercurah kepadamu)/(Itulah)/(surga)' dibuang.

Aplikasi

Ucapan salam yang diterima secara eksplisit dikaitkan dengan satu sebab: 'karena kesabaran kalian' (bimaa sabartum), bukan pencapaian atau prestasi lain yang disebut sebagai alasan penghargaan tertinggi. Konkretnya: ayat ini menempatkan kesabaran menjalani proses (bukan hasil akhir yang cepat atau spektakuler) sebagai kualitas yang paling layak diapresiasi, ketekunan bertahan dalam kebaikan dari waktu ke waktu punya nilai yang tidak bisa digantikan oleh pencapaian instan.