اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ
Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki, dan menyempitkan. Dan mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia dibandingkan akhirat hanyalah kesenangan sementara.
Terjemahan bertahap (8 jeda)
- اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَAllaahu yabsuthu r-rizqaAllah melapangkan rezeki
- لِمَنْ يَشَاءُli-man yasyaa'ubagi siapa yang Dia kehendaki
- وَيَقْدِرُwa-yaqdirudan menyempitkan
- وَفَرِحُواwa-farihuudan mereka bergembira
- بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَاbi-l-hayaati d-dunyaadengan kehidupan dunia
- وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَاwa-maa l-hayaatu d-dunyaapadahal kehidupan dunia
- فِي الْآخِرَةِfii l-aakhiratidibandingkan akhirat
- إِلَّا مَتَاعٌillaa mataa'unhanyalah kesenangan sementara
Terjemahan per kata (16 kata)
- اللَّهُAllaahuAllah
- يَبْسُطُyabsuthumelapangkan
- الرِّزْقَr-rizqarezeki
- لِمَنْli-manbagi siapa yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- وَيَقْدِرُwa-yaqdirudan Dia menyempitkan
- وَفَرِحُواwa-farihuudan mereka bergembira
- بِالْحَيَاةِbi-l-hayaatidengan kehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- الْحَيَاةُl-hayaatukehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- فِيfiidibandingkan
- الْآخِرَةِl-aakhiratiakhirat
- إِلَّاillaakecuali
- مَتَاعٌmataa'unkesenangan
Inti bacaan
Pelapangan dan penyempitan rezeki digambarkan sebagai kehendak Allah, sementara kegembiraan manusia atas kehidupan dunia dinilai berlebihan dibanding perbandingannya dengan akhirat yang hanya berupa 'kesenangan (yang sedikit)'. Konkretnya: ukuran kesuksesan yang dipatok semata pada kelapangan materi berisiko salah kaprah, baik kelapangan maupun kesempitan rezeki sama-sama berada dalam kendali yang lebih besar, sehingga kegembiraan atas kelimpahan duniawi semestinya proporsional, bukan dijadikan tolok ukur nilai diri yang mutlak.
Penjelasan pilihan kata
'Menyempitkan' (yaqdiru) di sini akar q-d-r dalam makna mempersempit/membatasi, berbeda dari makna 'ketentuan/kadar' yang dipakai di 13:8: akar yang sama, facet makna berbeda sesuai konteks, sebagaimana sudah dijelaskan untuk kasus serupa (hukm, diin) di rangkaian-rangkaian sebelumnya. 'Kesenangan sementara' (mataa') menandai sesuatu yang dinikmati untuk waktu terbatas, bukan kepemilikan permanen.
Tafsiran
Ayat ini kembali ke kontras dunia-akhirat setelah menguraikan sifat-sifat orang saleh dan konsekuensi mereka: kebahagiaan atas kehidupan dunia disandingkan dengan pengingat bahwa kesenangan itu, dibandingkan akhirat, sangatlah kecil dan sementara.
Renungan dan Hikmah
- Kegembiraan atas kelapangan rezeki duniawi tidak dikutuk secara langsung, yang dikoreksi adalah perspektif yang menempatkannya sebagai tujuan akhir, bukan sekadar kesenangan sementara dalam perjalanan menuju sesuatu yang lebih besar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.