اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ
Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki, dan menyempitkan. Dan mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia dibandingkan akhirat hanyalah kesenangan sementara.
Terjemahan bertahap (8 jeda)
- اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَAllaahu yabsutu r-rizqaAllah melapangkan rezeki
- لِمَنْ يَشَاءُliman yashaa'ubagi siapa yang Dia kehendaki
- وَيَقْدِرُwa-yaqdirudan menyempitkan
- وَفَرِحُواwa-farihuudan mereka bergembira
- بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَاbi-l-hayaati d-dunyaadengan kehidupan dunia
- وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَاwa-maa l-hayaatu d-dunyaapadahal kehidupan dunia
- فِي الْآخِرَةِfii l-aakhiratidibandingkan akhirat
- إِلَّا مَتَاعٌillaa mataa'unhanyalah kesenangan sementara
Catatan pilihan kata (ringkas)
qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit passthrough. Lih.. sebagian penerjemah: 'God expands provision for whom He wills, and He straitens.
Aplikasi
Pelapangan dan penyempitan rezeki digambarkan sebagai kehendak Allah, sementara kegembiraan manusia atas kehidupan dunia dinilai berlebihan dibanding perbandingannya dengan akhirat yang hanya berupa 'kesenangan (yang sedikit)'. Konkretnya: ukuran kesuksesan yang dipatok semata pada kelapangan materi berisiko salah kaprah, baik kelapangan maupun kesempitan rezeki sama-sama berada dalam kendali yang lebih besar, sehingga kegembiraan atas kelimpahan duniawi semestinya proporsional, bukan dijadikan tolok ukur nilai diri yang mutlak.