الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah; ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- الَّذِينَ آمَنُواalladziina aamanuuorang-orang yang beriman
- وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْwa-tathma'innu quluubuhumdan hati mereka tenteram
- بِذِكْرِ اللَّهِbi-dzikri llaahidengan mengingat Allah
- أَلَاalaaketahuilah
- بِذِكْرِ اللَّهِbi-dzikri llaahidengan mengingat Allah
- تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُtathma'innu l-quluubuhati menjadi tenteram
Terjemahan per kata (11 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَتَطْمَئِنُّwa-tathma'innudan tenteram
- قُلُوبُهُمْquluubuhumhati mereka
- بِذِكْرِbi-dzikridengan mengingat
- اللَّهِllaahiAllah
- أَلَاalaaketahuilah
- بِذِكْرِbi-dzikridengan mengingat
- اللَّهِllaahiAllah
- تَطْمَئِنُّtathma'innutenteram
- الْقُلُوبُl-quluubuhati
Inti bacaan
Ketenteraman hati secara eksplisit dikaitkan hanya dengan satu hal: 'mengingat Allah' (dzikr), ditegaskan dua kali dalam satu ayat sebagai penekanan, bukan salah satu dari banyak metode ketenangan yang setara. Konkretnya: ketika mencari ketenangan batin, ayat ini mengarahkan pada praktik mengingat yang disengaja dan berulang, bukan sekadar distraksi atau kesibukan, ketenteraman yang didapat dari mengingat sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri berbeda kualitasnya dari ketenangan yang didapat dari pelarian sesaat.
Penjelasan pilihan kata
'Mengingat' (dzikr) di sini akar yang sama yang menandai Al-Qur'an sebagai 'peringatan' di 12:104 dan berulang di seluruh terjemahan ini: di sini dipakai dalam bentuk aktivitas personal (mengingat Allah), bukan sebutan untuk kitab itu sendiri. Kalimat kedua mengulang persis bagian pertama, membalikkan urutan subjek dan sebutannya untuk penekanan.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian panjang tentang orang beriman dengan sebuah pengulangan yang disengaja: klaim yang sama diucapkan dua kali dalam satu ayat, sekali sebagai deskripsi (mereka yang hatinya tenteram) dan sekali sebagai penegasan universal (ketahuilah, begitulah adanya), teknik retoris yang menegaskan kepastian klaim ini.
Renungan dan Hikmah
- Ketenteraman hati di sini dikaitkan secara spesifik dengan mengingat Allah, bukan dengan pencapaian atau kondisi eksternal apa pun, sebuah klaim tentang sumber ketenangan batin yang tidak bergantung pada keadaan yang bisa berubah-ubah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-m-n, t-m-n, q-l-b, dz-k-r, a-l-h): tatma'innu quluubuhum diterjemahkan 'hati mereka tenteram' (akar t-m-'-n + akar q-l-b); dhikr allaah diterjemahkan 'mengingat Allah (penyebutan Allah)' (akar dz-k-r). gloss '(Yaitu)' dibuang.