الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah; ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Terjemahan bertahap (6 jeda)
  1. الَّذِينَ آمَنُواalladziina aamanuuorang-orang yang beriman
  2. وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْwa-tatma'innu quluubuhumdan hati mereka tenteram
  3. بِذِكْرِ اللَّهِbi-dzikri llaahidengan mengingat Allah
  4. أَلَاalaaketahuilah
  5. بِذِكْرِ اللَّهِbi-dzikri llaahidengan mengingat Allah
  6. تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُtatma'innu l-quluubuhati menjadi tenteram
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-m-n, t-m-n, q-l-b, dz-k-r, a-l-h): tatma'innu quluubuhum diterjemahkan 'hati mereka tenteram' (akar t-m-'-n + akar q-l-b); dhikr allaah diterjemahkan 'mengingat Allah (penyebutan Allah)' (akar dz-k-r). gloss '(Yaitu)' dibuang.

Aplikasi

Ketenteraman hati secara eksplisit dikaitkan hanya dengan satu hal: 'mengingat Allah' (dzikr), ditegaskan dua kali dalam satu ayat sebagai penekanan, bukan salah satu dari banyak metode ketenangan yang setara. Konkretnya: ketika mencari ketenangan batin, ayat ini mengarahkan pada praktik mengingat yang disengaja dan berulang, bukan sekadar distraksi atau kesibukan, ketenteraman yang didapat dari mengingat sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri berbeda kualitasnya dari ketenangan yang didapat dari pelarian sesaat.