كَذَٰلِكَ أَرْسَلْنَاكَ فِي أُمَّةٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهَا أُمَمٌ لِتَتْلُوَ عَلَيْهِمُ الَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَهُمْ يَكْفُرُونَ بِالرَّحْمَٰنِ ۚ قُلْ هُوَ رَبِّي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ مَتَابِ

Demikianlah Kami mengutusmu kepada suatu umat yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat, agar engkau bacakan kepada mereka yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kufur kepada Ar-Rahman. Katakanlah, “Dia Tuhanku, tidak ada tuhan selain Dia. Kepada-Nya aku bertawakal, dan kepada-Nya tempat kembaliku.”

Terjemahan bertahap (14 jeda)
  1. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  2. أَرْسَلْنَاكَarsalnaakaKami mengutusmu
  3. فِي أُمَّةٍfii ummatinkepada suatu umat
  4. قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهَاqad khalat min qablihaasungguh telah berlalu sebelumnya
  5. أُمَمٌumamunbeberapa umat
  6. لِتَتْلُوَ عَلَيْهِمُli-tatluwa alayhimuagar engkau bacakan kepada mereka
  7. الَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَalladzii awhaynaa ilaykayang Kami wahyukan kepadamu
  8. وَهُمْ يَكْفُرُونَwa-hum yakfuruunapadahal mereka kufur
  9. بِالرَّحْمَٰنِbi-r-Rahmaanikepada Ar-Rahman
  10. قُلْqulkatakanlah
  11. هُوَ رَبِّيhuwa rabbiiDia Tuhanku
  12. لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَlaa ilaaha illaa huwatidak ada tuhan selain Dia
  13. عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُalayhi tawakkaltukepada-Nya aku bertawakal
  14. وَإِلَيْهِ مَتَابِwa-ilayhi mataabidan kepada-Nya tempat kembaliku
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Tuhan Yang Maha Pengasih.” diterjemahkan “Ar-Rahmaan.”. sebagian penerjemah: 'Thus have We sent thee among a community, communities have passed away before it, that thou recite to them what We have revealed1 to thee; but they deny the Almighty.2 Say thou: “He is my Lord: there is no god save He3, in Him have I placed my trust, and to Him is my return.”' Corpus ayat ini: «r~aHoma`ni, TAKRIF».

Aplikasi

Nabi diutus 'kepada suatu umat yang sebelumnya telah berlalu beberapa umat', penekanan pada pola pengutusan yang berulang sepanjang sejarah, bukan peristiwa sekali-jadi yang unik tanpa contoh serupa, sementara umat itu tetap 'ingkar kepada Ar-Rahmaan'. Konkretnya: penolakan terhadap pesan kebenaran bukan fenomena baru atau anomali sejarah, melainkan pola yang berulang pada tiap generasi, hal ini semestinya membuat penyampai pesan kebenaran tidak kaget atau putus asa saat menghadapi penolakan yang sama di zamannya sendiri.